Bermain merupakan karakteristik utama dalam pembelajaran anak usia dini dan menjadi sarana efektif untuk mendukung perkembangan anak secara holistik. Namun, dalam praktik pembelajaran di PAUD, integrasi konsep bermain belum sepenuhnya diterapkan secara optimal oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi guru dalam mengintegrasikan konsep bermain dalam pembelajaran di TK Puteri Sakinah Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru kelompok usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam mengintegrasikan konsep bermain dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan pembelajaran yang fleksibel dan berpusat pada anak, pelaksanaan pembelajaran dengan peran guru sebagai fasilitator yang memberikan ruang eksplorasi dan interaksi sosial, serta penilaian berbasis proses perkembangan anak. Faktor pendukung keberhasilan strategi ini meliputi kreativitas guru, dukungan kepala sekolah, dan ketersediaan media bermain yang memadai, sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan profesional, serta pemahaman guru yang masih beragam tentang integrasi bermain dalam pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis bermain sesuai dengan teori konstruktivisme sosial Vygotsky dan mampu mendukung perkembangan kognitif, sosial, emosional, bahasa, dan kreativitas anak secara optimal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai peran guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berbasis bermain yang bermakna, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini, serta menjadi acuan bagi guru, lembaga PAUD, dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan kualitas pembelajaran di PAUD.
Copyrights © 2026