Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analysis of the Implementation of the ‘Love-Based Curriculum’ in Early Childhood Education: The Role of Teachers and Supporting Learning Materials Nurul Fitria Kumala Dewi; Rohmah Wati; Sulimah
Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 15 No. 2 (2026): Ceria Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/ceria.v14i3.15676

Abstract

Education is the primary means of instilling moral values, empathy, and compassion from an early age. The Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia (MoRA) introduced the Love-Based Curriculum as an effort to develop an educational system that emphasizes the values of humanity, tolerance, and respect for diversity. This study aims to describe the implementation of the Love-Based Curriculum concerning the role of teachers and supporting learning materials at RA An Najwa. This study employed a qualitative approach using a descriptive method. The research participants consisted of the school principal and teachers. Data were collected through observations, interviews, and documentation. The findings indicate that the implementation of the Love-Based Curriculum at RA An Najwa is still in its initial stage and has therefore not yet been implemented optimally. Teachers have made efforts to instill the values of compassion, empathy, and tolerance in learning activities; however, their understanding of the curriculum remains limited due to the lack of socialization and technical guidance provided by the Ministry of Religious Affairs. The learning media and instructional materials currently used are still conventional and have not fully supported the systematic implementation of the values of the Love-Based Curriculum. Therefore, continuous training, technical assistance, and the development of love-based learning media are needed to ensure that the curriculum can be implemented effectively in accordance with the objectives of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia. This study provides an initial overview of the implementation of the Love-Based Curriculum in an Early Childhood Education institution under the supervision of the Ministry of Religious Affairs, an area that has rarely been reported in previous studies.
ANALISIS STEAM MENGGUNAKAN LOOSE PARTS DALAM MENGEMBANGKAN BERPIKIR KRITIS ANAK USIA 5–6 TAHUN DI RA DIAN INSANI Nurul Fitria Kumala Dewi; Larasati Wisnu Putri Lestari; Ratu Rahmawati Putri; Siti Soleha
Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 12 No 1 (2026): Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : FKIP Universitas Alwashliyah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/pedagogi.v12i1.1370

Abstract

STEAM based learning using loose parts media is an effective approach to stimulate the development of critical thinking in early childhood. This descriptive qualitative study aims to analyze the implementation of STEAM at RA Dian Insani and its contribution to the development of critical thinking in children aged 5-6 years. Data were collected through observation, interviews, and documentation using instruments based on critical thinking indicators. The results of the study indicate that STEAM activities in the natural materials center, preparation center, and art center enable children to explore the stages of thinking from LOTS to HOTS. Teachers play an important role as facilitators who provide exploratory and meaningful learning experiences. Based on these findings, STEAM learning using loose parts media has been proven to develop children's critical thinking, as children demonstrate the ability to analyze, evaluate, and create through the use of various loose parts materials, both natural and artificial. This study emphasizes the importance of integrative, contextual learning designs that are centered on children's direct experiences.
Penguatan Kolaborasi Satuan PAUD dan Keluarga Dalam Mengelola Penggunaan Gadget Untuk Mendukung Program Indonesia Emas Dedi Dedi; Ayu Sri Wulandari; Fitria Ayu Febriani; Titi Rachmi; Nurul Fitria Kumala Dewi; Raden Ranie Damayanti
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 01 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan gadget pada anak usia dini merupakan fenomena yang tidak terpisahkan dari kehidupan keluarga modern. Di satu sisi, gadget dapat dimanfaatkan sebagai media edukatif, namun di sisi lain penggunaan yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan perubahan sikap anak, terutama pada aspek sosial, emosional, dan disiplin. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemetaan persepsi guru dan orang tua terkait pengaruh penggunaan gadget terhadap perubahan sikap anak usia dini, sekaligus merumuskan rekomendasi penguatan kolaborasi antara satuan PAUD dan keluarga. Metode yang digunakan adalah survei deskriptif melalui kuesioner daring yang diisi oleh 72 responden yang terdiri dari guru PAUD, kepala sekolah, dan orang tua. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan penggunaan gadget sering memengaruhi perubahan sikap anak, ditandai dengan meningkatnya perilaku emosional, menurunnya interaksi sosial, serta berkurangnya fokus anak dalam aktivitas non-gadget. Berdasarkan temuan tersebut, kegiatan pengabdian ini merekomendasikan penerapan kesepakatan bersama mengenai aturan screen time, pendampingan aktif orang tua, serta penguatan komunikasi antara PAUD dan keluarga sebagai strategi preventif untuk mendukung perkembangan sikap positif anak usia dini.
PERAN KEMITRAAN ORANG TUA DAN SATUAN PAUD DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK INDONESIA MENUJU GENERASI EMAS INDONESIA Titi Rachmi; Nurul Fitria Kumala Dewi; Aini Nurfadillah; Dera Prasasti; Farrah Sabrina; Nani Rahmayani; Noviyana; Pupung Maspupah; Rasmiyati; Sayidah Nafisah Azzahra; Siti Karmila; Shinta Fatma Dewanty; Sumaryanti
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan sebuah proses dalam pembentukan anak untuk memiliki pribadi yang baik, memiliki jiwa yang bijaksana dan bertanggung jawab yang dihasilkan dari pembiasaan-pembiasaan pikiran,hati, dan perbuatan yang dilakukan secara berkesinambungan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam lingkungan sekolah. Kemitraan dapat dinilai strategis untuk mengidentifikasi persoalan yang terjadi dan merumuskan model kerjasama yang harmonis dan strategik diantara para pelaku program pendidikan anak usia dini. Generasi Emas ialah masa anak usia dini untuk mengeksplorasi hal hal yang ingin mereka lakukan, masa golden age merupakan masa yang paling penting untuk membentuk karaktek anak. Metode pelaksanaan ini menggunakan ini dibagi menjadi 4 tahapan yaitu tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan, tahapan evaluasi kegiatan dan tahapan pelaporan. Hasil pelaksanaan webinar menunjukan bahwa kemitraan orang tua dan satuan paud memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak sebagai generasi emas. Materi yang disampaikan menekankan bahwa pembentukan karakter anak usia dini tidak dapat dilakukkan secara terpisah, melainkan memerlukan Kerjasama yang berkelanjutan antara lingkungan keluarga dan satuan Pendidikan. Character education is a process of developing children into good individuals, possessing a wise and responsible soul, resulting from the continuous development of habits of thought, heart, and action in daily life and within the school environment. Partnerships can be considered strategic for identifying emerging issues and formulating harmonious and strategic collaboration models among early childhood education program stakeholders. The Golden Generation is a period during which early childhood explores their passions. This golden age is the most crucial period for character development. This implementation method is divided into four stages: preparation, implementation, activity evaluation, and reporting. The results of the webinar demonstrated that partnerships between parents and early childhood education units play a crucial role in shaping the character of children as part of the golden generation. The material presented emphasized that character development in early childhood cannot be achieved in isolation but requires ongoing collaboration between the family environment and the educational unit.
Strategi Guru dalam Mengintegrasikan Konsep Bermain pada Pembelajaran di TK Puteri Sakinah Tangerang Isma Nuraini; Titi Rachmi; Nurul Fitria Kumala Dewi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6038

Abstract

Bermain merupakan karakteristik utama dalam pembelajaran anak usia dini dan menjadi sarana efektif untuk mendukung perkembangan anak secara holistik. Namun, dalam praktik pembelajaran di PAUD, integrasi konsep bermain belum sepenuhnya diterapkan secara optimal oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi guru dalam mengintegrasikan konsep bermain dalam pembelajaran di TK Puteri Sakinah Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru kelompok usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam mengintegrasikan konsep bermain dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan pembelajaran yang fleksibel dan berpusat pada anak, pelaksanaan pembelajaran dengan peran guru sebagai fasilitator yang memberikan ruang eksplorasi dan interaksi sosial, serta penilaian berbasis proses perkembangan anak. Faktor pendukung keberhasilan strategi ini meliputi kreativitas guru, dukungan kepala sekolah, dan ketersediaan media bermain yang memadai, sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan profesional, serta pemahaman guru yang masih beragam tentang integrasi bermain dalam pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis bermain sesuai dengan teori konstruktivisme sosial Vygotsky dan mampu mendukung perkembangan kognitif, sosial, emosional, bahasa, dan kreativitas anak secara optimal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai peran guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berbasis bermain yang bermakna, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini, serta menjadi acuan bagi guru, lembaga PAUD, dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan kualitas pembelajaran di PAUD.
Pengaruh Kegiatan Motorik Kasar Terstruktur terhadap Motivasi Belajar Anak Usia Dini: Pendekatan Self-Determination Theory Widiyawati Widiyawati; Iman Nurjaman; Nurul Fitria Kumala Dewi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8666

Abstract

Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan proses pembelajaran pada anak usia dini. Namun, pembelajaran di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih didominasi oleh aktivitas yang berpusat pada guru sehingga kesempatan anak untuk bergerak dan belajar melalui pengalaman langsung relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan motorik kasar terhadap motivasi belajar anak usia dini di RA Nurul Hikmah Kota Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain non-equivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 40 anak yang terdiri atas 20 anak pada kelompok eksperimen dan 20 anak pada kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi motivasi belajar dan dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar anak pada kelompok eksperimen meningkat lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Rata-rata skor motivasi belajar kelompok eksperimen meningkat dari 47,95 menjadi 56,20, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 48,95 menjadi 51,75. Hasil independent sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok setelah perlakuan diberikan dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05. Dengan demikian, kegiatan motorik kasar berpengaruh signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar anak usia dini.
The Use Of Anyflipas Application As A Media Storytelling In Early Childhood Agung Afif Riyadi; Adinda Zakiah Rabbani; Nurul Fitria Kumala Dewi
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 11 No 1 (2026): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Februari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v11i1.10282

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of the AnyFlip application as a digital storytelling medium in improving early childhood language skills. The research method uses a quantitative experimental approach with a Pre-experimental One-Group Pretest-Posttest Design involving early childhood children at TK Aisyah Bustanul Athfal through purposive sampling technique. The study was conducted in three sessions with a duration of 30 minutes per session in experimental and control classes. The experimental class applied the storytelling method using the AnyFlip application that facilitates interactive learning through visual and audio features, while the control class used conventional methods. The research instrument was a performance test to measure speaking ability and story retelling. Data were analyzed using paired sample t-test after meeting the normality and homogeneity prerequisite tests. The results showed a significant difference with the experimental class average of 80.70 and control class of 67.50. A significance value of less than 0.05 indicates that the AnyFlip application has a positive effect on improving early childhood language skills. The study concludes that integrating AnyFlip with storytelling methods is effective in developing children's expressive language skills in the digital era.
Teacher Administrative Burden On Burnout Tendencies For Early Childhood Teachers Nadira Elvina; Wegidia Chaisa Rahmatika; Nurul Fitria Kumala Dewi
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 11 No 1 (2026): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Februari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v11i1.10292

Abstract

High administrative burdens, such as preparing learning materials, managing student documents, and reporting learning, have the potential to cause prolonged work stress and impact teachers' psychological well-being. This study used a quantitative approach with a correlational design. The subjects were all 30 early childhood education (PAUD) teachers in Karang Tengah District, Tangerang City, selected using a total sampling technique. Data collection was conducted through questionnaires to measure the level of administrative burden and teacher burnout tendencies. The data obtained were analyzed descriptively and correlationally. The results showed that teachers' administrative burden was in the moderately high category and had a positive relationship with burnout tendencies in early childhood teachers. The higher the perceived administrative burden, the higher the tendency for burnout, which is characterized by emotional exhaustion, decreased work motivation, and reduced energy in carrying out learning tasks. Thus, it can be concluded that this study confirms that administrative burden is a significant factor contributing to burnout in early childhood teachers. Therefore, efforts are needed from schools and education policymakers to manage and simplify teachers' administrative burdens to maintain teacher mental well-being and improve the quality of early childhood learning.
Fostering Early Childhood Independence through Constructive Play: A Qualitative Study on Behavioral, Emotional, and Attentional Control Ida Ni'matunniza; Nurul Fitria Kumala Dewi; Evy Fitria
Abjadia : International Journal of Education Vol 11, No 3 (2026): Abjadia
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/abj.v11i3.44669

Abstract

Independence is a fundamental developmental competency in early childhood because it enables children to regulate their behavior, emotions, and attention while engaging in learning activities and everyday tasks. Nevertheless, many kindergarten children continue to rely heavily on teachers when making decisions, solving problems, and completing assigned activities. Constructive play has been recognized as a play-based learning approach that encourages children to explore, make decisions, and solve problems independently. This study aimed to analyze children's independence as demonstrated during constructive play activities at Mekar Sari Jambe State Kindergarten by focusing on three dimensions of self-regulation: behavioral control, emotional control, and attentional control. A descriptive qualitative approach was employed. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews with teachers and parents, and documentation. The data were analyzed using the interactive model of data reduction, data display, and conclusion drawing, while source and technique triangulation were applied to ensure trustworthiness. The findings revealed that constructive play provided meaningful opportunities for children to independently plan activities, make decisions, regulate their emotions when encountering difficulties, and sustain attention until completing assigned tasks. Children demonstrated improved behavioral control by following classroom rules and taking responsibility for their work, emotional control by persisting despite failure, and attentional control by maintaining concentration throughout the learning process. These findings suggest that constructive play functions not only as a medium for cognitive development but also as an effective pedagogical strategy for fostering children's independence through the development of self-regulation. The study contributes empirical evidence supporting the integration of constructive play into early childhood classrooms to promote independent learning and school readiness.