Perkembangan media sosial telah membawa perubahan signifikan terhadap perilaku konsumsi masyarakat, terutama melalui munculnya fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang mendorong individu untuk mengikuti tren tertentu. Fenomena pembelian produk koleksi seperti Trading Card Game (TCG) kartu Pokemon menunjukkan bagaimana konsumen kidult tidak hanya membeli produk berdasarkan fungsi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor emosional, sosial, dan simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran media sosial dalam membentuk FOMO serta menganalisis dinamika perilaku pembelian konsumen kidult terhadap produk TCG kartu Pokemon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap konsumen kidult yang memiliki pengalaman membeli produk TCG serta didukung oleh kajian literatur dari berbagai sumber akademik dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial, konten influencer, komunitas digital, dan persepsi eksklusivitas produk menjadi faktor utama yang membangun rasa takut tertinggal tren. FOMO kemudian mendorong munculnya perilaku pembelian impulsif karena konsumen ingin memperoleh pengakuan sosial, mempertahankan identitas komunitas, dan mengikuti budaya populer. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial berperan besar dalam mengonstruksi nilai simbolik produk TCG serta memengaruhi keputusan pembelian konsumen kidult melalui mekanisme psikologis dan sosial.
Copyrights © 2026