Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Wacana Kritis Atas Representasi Rakyat dalam Strategi Komunikasi Politik Kang Dedi Mulyadi Denny Suryakusuma; Riana Putri; Alfi Dini Rahman; Ahmad Haikhal; Muh Ruslan Ramli
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v5i1.5363

Abstract

This study aims to analyze the representation of the people in Kang Dedi Mulyadi’s social media content through the perspective of Critical Discourse Analysis using Teun A. Van Dijk’s model. Social media, particularly the YouTube channel “Kang Dedi Mulyadi Channel”, is utilized as a medium of political communication that presents narratives about the people and their leader. The findings reveal that the people are often represented as vulnerable, weak, and marginalized groups who require attention, protection, and swift action from a leader perceived as a savior. The political communication strategy employed is both populist and performative, making use of crisis narratives, local cultural symbols, and emotional expressions to foster a sense of closeness with society. Within the framework of critical discourse, this content reflects the existence of power relations and ideology that position the leader as the dominant actor in addressing social problems. These findings demonstrate that social media is not merely a space for interaction, but also a strategic instrument to construct the image of a leader, strengthen legitimacy, and shape public perception regarding the relationship between the people and those in power.
FOMO, Media Sosial, dan Pembelian TCG (Trading Card Game) Kartu Pokemon: Memahami Dinamika Perilaku Konsumen Kidult Denny Suryakusuma; Salman Salman; Muhammad Ruslan Ramli
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.6104

Abstract

Perkembangan media sosial telah membawa perubahan signifikan terhadap perilaku konsumsi masyarakat, terutama melalui munculnya fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang mendorong individu untuk mengikuti tren tertentu. Fenomena pembelian produk koleksi seperti Trading Card Game (TCG) kartu Pokemon menunjukkan bagaimana konsumen kidult tidak hanya membeli produk berdasarkan fungsi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor emosional, sosial, dan simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran media sosial dalam membentuk FOMO serta menganalisis dinamika perilaku pembelian konsumen kidult terhadap produk TCG kartu Pokemon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap konsumen kidult yang memiliki pengalaman membeli produk TCG serta didukung oleh kajian literatur dari berbagai sumber akademik dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial, konten influencer, komunitas digital, dan persepsi eksklusivitas produk menjadi faktor utama yang membangun rasa takut tertinggal tren. FOMO kemudian mendorong munculnya perilaku pembelian impulsif karena konsumen ingin memperoleh pengakuan sosial, mempertahankan identitas komunitas, dan mengikuti budaya populer. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial berperan besar dalam mengonstruksi nilai simbolik produk TCG serta memengaruhi keputusan pembelian konsumen kidult melalui mekanisme psikologis dan sosial.