Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TikTok dan Konstruksi Branding Tempat : Studi Kualitatif Blok M sebagai Ruang Gaya Hidup Anak Muda Salman Salman; Hanum Salsabila; Zhafirah Muthmainnah Giani
KALBISOCIO Jurnal Bisnis dan Komunikasi Vol. 13 No. 1 (2026): KALBISOCIO Jurnal Bisnis dan Komunikasi
Publisher : Research and Community Service UNIVERSITAS KALBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53008/48n44m20

Abstract

This study aims to analyze the role of TikTok in shaping young people's perceptions of the Blok M area's branding as a contemporary lifestyle destination. The study employed a qualitative approach with a constructivist paradigm through in-depth interviews with five informants, supported by non-participatory observation and documentation. The results indicate that TikTok serves as both an initial trigger and a reinforcement in the perception-forming process. Visual and narrative representations circulating on TikTok construct the image of Blok M as a dynamic, creative urban space, closely aligned with the values ​​of self-expression, freedom, and youth community. This study also found a cyclical relationship between digital and in-person experiences, where exposure to TikTok content influences visitation intentions, while on-site experiences reinforce or adjust initial perceptions. While most informants perceived a match between expectations and reality, there were also discrepancies, such as more crowded conditions and exaggerated expectations. These findings confirm that place branding is increasingly influenced by user-generated content and the dynamics of participatory media. Thus, TikTok plays a cultural mediator in shaping regional identity in the digital age.
FOMO, Media Sosial, dan Pembelian TCG (Trading Card Game) Kartu Pokemon: Memahami Dinamika Perilaku Konsumen Kidult Denny Suryakusuma; Salman Salman; Muhammad Ruslan Ramli
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.6104

Abstract

Perkembangan media sosial telah membawa perubahan signifikan terhadap perilaku konsumsi masyarakat, terutama melalui munculnya fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang mendorong individu untuk mengikuti tren tertentu. Fenomena pembelian produk koleksi seperti Trading Card Game (TCG) kartu Pokemon menunjukkan bagaimana konsumen kidult tidak hanya membeli produk berdasarkan fungsi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor emosional, sosial, dan simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran media sosial dalam membentuk FOMO serta menganalisis dinamika perilaku pembelian konsumen kidult terhadap produk TCG kartu Pokemon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap konsumen kidult yang memiliki pengalaman membeli produk TCG serta didukung oleh kajian literatur dari berbagai sumber akademik dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial, konten influencer, komunitas digital, dan persepsi eksklusivitas produk menjadi faktor utama yang membangun rasa takut tertinggal tren. FOMO kemudian mendorong munculnya perilaku pembelian impulsif karena konsumen ingin memperoleh pengakuan sosial, mempertahankan identitas komunitas, dan mengikuti budaya populer. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial berperan besar dalam mengonstruksi nilai simbolik produk TCG serta memengaruhi keputusan pembelian konsumen kidult melalui mekanisme psikologis dan sosial.