Peningkatan kebutuhan energi listrik dan isu keberlanjutan lingkungan mendorong pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), salah satunya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sistem on-grid. Sistem ini memungkinkan integrasi antara pembangkit energi surya dengan jaringan PLN melalui penggunaan kWh meter export-import (EXIM) untuk mengatur aliran energi dua arah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja daya ekspor-impor pada sistem PLTS on-grid serta mengevaluasi kontribusinya terhadap stabilitas pasokan listrik dan efisiensi biaya energi pada Laboratorium EBT Institut Teknologi PLN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif melalui pengumpulan dan analisis data operasional produksi energi PLTS, konsumsi beban listrik, energi ekspor-impor, serta perhitungan efisiensi penggunaan energi berdasarkan data monitoring periode Desember 2022 hingga Juni 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem PLTS berkapasitas 15 kWp mampu menghasilkan energi sebesar 6.167,558 kWh selama periode pengamatan. Analisis menunjukkan bahwa mekanisme kWh EXIM mampu mendukung pemenuhan kebutuhan energi laboratorium dengan tingkat efisiensi rata-rata sebesar 53% serta memberikan penghematan biaya listrik sekitar 13%. Penerapan sistem PLTS on-grid terbukti mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi dan mengurangi ketergantungan terhadap suplai listrik konvensional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi sistem ekspor-impor energi melalui kWh EXIM dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung pengelolaan energi berkelanjutan di lingkungan institusi pendidikan.
Copyrights © 2026