Kemampuan membaca kritis dan membaca kreatif merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena mendukung kemampuan siswa dalam memahami, mengevaluasi, serta menghasilkan gagasan berdasarkan teks yang dibaca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca kritis, kemampuan membaca kreatif, serta membandingkan kedua kemampuan tersebut pada siswa kelas 9A MTsN 4 Sidoarjo terhadap teks cerita inspiratif bertema lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 32 siswa kelas 9A MTsN 4 Sidoarjo tahun pelajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui tes membaca kritis dan membaca kreatif yang telah melalui validasi ahli (expert judgment). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata, persentase, dan distribusi kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca kritis siswa memperoleh rata-rata 79,94 dengan kategori baik, sedangkan kemampuan membaca kreatif memperoleh rata-rata 74,46 dengan kategori baik. Indikator membaca kritis tertinggi terdapat pada kemampuan mengidentifikasi fakta dan opini (97,50), sedangkan indikator terendah terdapat pada kemampuan mengevaluasi nilai dan pesan teks (62,50). Pada membaca kreatif, indikator tertinggi terdapat pada kemampuan menghubungkan teks dengan realitas lingkungan (76,02), sedangkan indikator terendah terdapat pada kemampuan mengembangkan ide baru dari teks (73,53). Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca kritis siswa lebih tinggi dibandingkan kemampuan membaca kreatif. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih inovatif untuk memperkuat dimensi membaca kreatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada pembelajaran teks cerita inspiratif bertema lingkungan.
Copyrights © 2026