Masa remaja merupakan periode penting dalam perkembangan sosial yang ditandai oleh peningkatan kemampuan berinteraksi, bekerja sama, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perkembangan sosial remaja dalam interaksi pembelajaran di kelas X SMA Terpadu Al Ma’arif Pangarengan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial peserta didik berkembang melalui hubungan pertemanan, kegiatan diskusi kelompok, kerja sama tim, dan presentasi kelas yang mendorong peningkatan kemampuan komunikasi, kolaborasi, empati, serta sikap saling menghargai. Keberadaan teman dekat berkontribusi dalam menciptakan rasa nyaman dan meningkatkan partisipasi peserta didik dalam pembelajaran. Selain itu, guru berperan sebagai fasilitator yang membangun lingkungan belajar interaktif dan kondusif melalui penerapan strategi pembelajaran kolaboratif. Namun, tingginya intensitas penggunaan media sosial ditemukan memengaruhi kepercayaan diri sebagian peserta didik dalam melakukan komunikasi tatap muka. Dengan demikian, perkembangan sosial remaja dalam pembelajaran dipengaruhi oleh kualitas interaksi antarpeserta didik, dukungan guru, serta penggunaan teknologi digital yang perlu dikelola secara seimbang untuk mendukung perkembangan sosial yang optimal.
Copyrights © 2026