Eksploitasi sumber daya alam di Indonesia kerap menimbulkan ketegangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Penelitian ini menganalisis bagaimana Kumparan.com dan Tempo.co membingkai konflik ekonomi–ekologi terkait izin operasi kembali PT Gag Nikel di Raja Ampat, wilayah yang dikenal dengan keanekaragaman hayatinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis framing Robert N. Entman yang meliputi empat elemen: pendefinisian masalah, identifikasi penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi solusi. Data dikumpulkan melalui purposive sampling terhadap berita yang dipublikasikan pada 3–15 September 2025. Hasil menunjukkan bahwa Kumparan.com menyoroti legitimasi prosedural dan kepatuhan regulasi, sedangkan Tempo.co menonjolkan dampak ekologis dan pengabaian terhadap masyarakat adat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media berfungsi sebagai arena kontestasi wacana antara pembangunan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
Copyrights © 2026