Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

REPRESENTASI RASA KEHILANGAN PADA IKLAN XL AXIATA VERSI “PESAN UNTUK RAKA” DI YOUTUBE (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA IKLAN YOUTUBE): (Analisis Semiotika Roland Barthes pada Iklan Youtube) Laila Afrilia Riyadi; Ana Fitriana Poerana; Nurkinan
JURNAL KOMUNIKATIO Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Komunikatio
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.443 KB) | DOI: 10.30997/jk.v8i1.4774

Abstract

Loss is a condition that anyone can experience. However, everyone has a different response depending on the loss experienced. The sense of loss as a state of reality in society is represented in communication media, one of which is advertising. This study aims to determine the representation of a sense of loss in the XL Axiata advertisement version of “Pesan untuk Raka” on youtube. Roland Barthes' semiotic approach examined signs of denotation, connotation, and formed myths. The focus of the study was the five stages of loss in the XL Axiata version of the “Pesan untuk Raka” advertisement. Research data was obtained from observations on advertisements. This study found seven scenes representing the five stages of loss in advertising. The results denoted that the impact of loss can be reduced by being together and caring for each other in the community. In conclusion, the elements of a sense of loss found in this study are denial, bargaining, depression, and acceptance.
Tayangan K-Drama Business Proposal dan Minat Mengonsumsi Kuliner Korea Naftalena Dewi; Zainal Abidin; Nurkinan
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 7 No. 1 (2025): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v7i1.5288

Abstract

This research aims to determine the influence of the drama Business Proposal on interest in consuming Korean culinary delights. The independent variable in this research is the drama Business Proposal. The dependent variable in this research is interest in consuming Korean culinary delights. This research uses questionnaire data from the Sesang ID Team community with a sample of 78 people. This research uses uses and effect theory and a quantitative approach, which focuses on hypothesis testing using simple linear regression analysis. The results of this research show that the drama Business Proposal has an influence on interest in consuming Korean culinary delights with a significance value of 0.000 < 0.05 and a calculated t value of 4.846 > t table 2.227
FENOMENA KOMUNIKASI TIM MOBILE LEGENDS: BANG BANG DALAM EKSPRESI EMOSI DAN KEAKRABAN MELALUI KATA-KATA KASAR Najwa Syifa Kalimasada; Mayasari; Nurkinan
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 2 (2025): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, November 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i2.976

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena penggunaan kata-kata kasar dalam komunikasi tim pada permainan Mobile Legends: Bang Bang. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami makna dan motif di balik perilaku tersebut melalui pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap tiga pemain aktif. Hasil penelitian menunjukkan dua kategori motif, yaitu because motive yang muncul karena emosi negatif, kebiasaan, dan pengaruh sosial, serta in-order-to motive yang digunakan untuk memotivasi atau menunjukkan keakraban. Penggunaan kata-kata kasar dipahami secara kontekstual—antar teman dapat dimaknai sebagai bentuk keakraban, namun pada pemain asing dianggap sebagai penghinaan. Kebiasaan ini juga terbawa ke dalam komunikasi sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa kata-kata kasar dalam game daring merupakan bagian dari konstruksi sosial dan budaya komunitas digital masa kini.
ANALISIS FRAMING KONFLIK EKONOMI–EKOLOGI DALAM PEMBERITAAN PT GAG NIKEL RAJA AMPAT DI KUMPARAN.COM DAN TEMPO.CO Devita Citra Maesya; Nurkinan; Tri Susanto
AL-IDZAAH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/al-idzaah.v8i2.10537

Abstract

Eksploitasi sumber daya alam di Indonesia kerap menimbulkan ketegangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Penelitian ini menganalisis bagaimana Kumparan.com dan Tempo.co membingkai konflik ekonomi–ekologi terkait izin operasi kembali PT Gag Nikel di Raja Ampat, wilayah yang dikenal dengan keanekaragaman hayatinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis framing Robert N. Entman yang meliputi empat elemen: pendefinisian masalah, identifikasi penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi solusi. Data dikumpulkan melalui purposive sampling terhadap berita yang dipublikasikan pada 3–15 September 2025. Hasil menunjukkan bahwa Kumparan.com menyoroti legitimasi prosedural dan kepatuhan regulasi, sedangkan Tempo.co menonjolkan dampak ekologis dan pengabaian terhadap masyarakat adat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media berfungsi sebagai arena kontestasi wacana antara pembangunan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
Ableism dan Konstruksi Normalitas Tubuh dalam Film Big World: Analisis Semiotika Roland Barthes Siti Sephira Rindhu Mairida; Fajar Hariyanto; Nurkinan
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 6 No 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v6i1.904

Abstract

Sebagai media komunikasi massa, film memiliki tujuan untuk menyampaikan pesan dan dapat menjadi ruang produksi makna. Dalam hal ini, suatu pesan atau makna tidak hadir begitu saja melainkan diciptakan melalui simbol-simbol seperti dialog, setting, gesture, hingga penokohan. Penyandang disabilitas dalam film sering kali dibingkai melalui narasi yang menempatkan mereka sebagai sosok yang lemah dan bergantung sehingga berpotensi menghasilkan ableism, yaitu suatu pandangan yang berkaitan dengan standar tubuh tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ableism dan normalitas tubuh dimaknai dalam film Big World. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna denotasi dalam film Big World ditunjukkan melalui ejekan, diskriminasi, serta stereotip terhadap penyandang cerebral palsy. Makna konotasi menunjukkan bahwa penyandang cerebral palsy dinilai sebagai individu yang tidak mampu, baik secara fisik maupun intelektual sehingga keberadaannya sering kali diragukan dalam aktivitas tertentu. Sementara mitos dalam film ini memaknai adanya kepercayaan yang menempatkan tubuh normal sebagai standar utama dalam menentukan kemampuan seseorang sehingga penyandang cerebral palsy dinilai sebagai tidak kompeten. Kajian ini merekomendasikan agar isu ableism dan normalitas tubuh mendapat atensi yang lebih luas. Kajian serupa perlu terus dilakukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memahami dan menghargai keberagaman tubuh sebagai bagian dari realitas sosial yang perlu diterima dan dihargai.