Peningkatan laju erosi dan sedimen pada Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi permasalahan penting yang berdampak pada penurunan kapasitas sungai serta meningkatnya risiko banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju erosi dan sedimen serta menentukan Indeks Bahaya Erosi (IBE) sebagai dasar perencanaan bangunan pengendali sedimen (Check dam) di DAS Petung. Metode yang digunakan meliputi analisis hidrologi, pemodelan ArcSWAT, serta analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju erosi meningkat dari 38.06 ton/ha/tahun (2009) menjadi 57.79 ton/ha/tahun (2024) dengan perubahan sedimen yang signifikan. Hasil kalibrasi model menunjukkan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0.951 dan nilai NSE sebesar 0.525 yang tergolong memenuhi. Analisis IBE menunjukkan dominasi kategori tinggi hingga sangat tinggi sehingga diperlukan prioritas penanganan konservasi. Perencanaan Check Dam menghasilkan volume tampungan berkisar antara 13950.26 m³ hingga 24423.35 m³ dan usia manfaat bangunan berkisar antara 1.02 tahun hingga 2.51 tahun, dengan total rencana anggaran biaya sebesar Rp. 33,447,358,000 Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pendekatan terintegrasi antara pemodelan hidrologi, analisis spasial, dan perencanaan teknis dalam pengelolaan DAS secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026