Waduk Selorejo di Kabupaten Malang berperan penting dalam pengelolaan sumber daya air, namun saat ini mengalami penurunan kapasitas tampungan akibat tingginya laju sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi laju erosi dan sedimentasi di Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk Selorejo dengan memanfaatkan data curah hujan satelit CHIRPS, serta memetakan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode penelitian ini meliputi kalibrasi curah hujan satelit menggunakan metode regresi dan linear scaling, perhitungan laju erosi menggunakan persamaan Universal Soil Loss Equation (USLE), serta pendugaan sedimen menggunakan pendekatan Sediment Delivery Ratio (SDR) yang divalidasi menggunakan data sedimentasi aktual. Hasil studi menunjukkan bahwa metode linear scaling memiliki keakuratan terbaik dalam mengkalibrasi data curah hujan satelit. Total erosi mencapai 655.269 ton/tahun atau 2,88 mm/tahun yang telah melampaui batas toleransi erosi di Indonesia. Berdasarkan metode SDR Vanoni, diperkirakan 24% erosi permukaan terangkut menjadi sedimen sebesar 156.567 ton/tahun. Pemetaan TBE menunjukkan 79,8% wilayah didominasi kelas sangat ringan karena kawasan hulu masih bervegetasi lebat. Tingginya total erosi dan sedimentasi di DTA Waduk Selorejo menunjukkan perlunya penerapan konservasi lahan secara vegetatif seperti reboisasi dan mekanik melalui pembangunan check dam, guna mengurangi laju sedimentasi dan menjaga keberlanjutan fungsi waduk.
Copyrights © 2026