Penelitian ini mengkaji dinamika Ketahanan Nasional Indonesia yang berada di persimpangan antara tuntutan integrasi ekonomi global dan cita-cita kemandirian bangsa yang berdaulat. Di tengah fluktuasi geopolitik abad ke-21, ketergantungan global telah menjadi realitas struktural yang berpotensi mengikis otonomi strategis negara. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research), penelitian ini menganalisis berbagai literatur ilmiah dan dokumen kebijakan terkini tahun 2026 untuk membedah pergeseran paradigma ancaman dari konvensional menjadi hibrida dan asimetris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan nasional yang hakiki tidak lagi hanya diukur melalui pertumbuhan PDB, melainkan melalui pembentukan "Otonomi Strategis" dan "Imunitas Nasional". Pilar utama kemandirian ini bertumpu pada tiga sektor krusial: kedaulatan digital melalui perlindungan data nasional, kemandirian pangan melalui penguatan sektor hulu, serta ketahanan energi melalui diversifikasi energi terbarukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemandirian bukanlah langkah menuju isolasionisme, melainkan strategi untuk meningkatkan posisi tawar (bargaining power) Indonesia di kancah internasional. Keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada sinkronisasi antara kebijakan dalam negeri yang solid dan diplomasi luar negeri yang adaptif, guna menciptakan ekosistem domestik yang tangguh dalam menghadapi guncangan eksternal dan penetrasi kepentingan asing.
Copyrights © 2026