Penelitian ini membahas dinamika perkembangan anak usia dini yang tergolong gifted namun mengalami keterbatasan dalam aspek sosial emosional dan motorik halus. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus terhadap seorang anak berusia 3 tahun di PAUD Tunas Bangsa, penelitian ini menganalisis ketimpangan antara kemampuan akademik tinggi dengan rendahnya interaksi sosial dan kemandirian motorik. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi berbasis kolaborasi antara guru dan orang tua, serta pendekatan emosional yang konsisten, mampu meningkatkan keterampilan sosial, empati, dan kemandirian anak. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pendidikan anak usia dini melalui pengembangan model psikopedagogis yang menyeluruh dan adaptif terhadap kebutuhan individual anak gifted. Kesimpulan menekankan pentingnya pengasuhan yang seimbang, serta desain pembelajaran inklusif yang mempertimbangkan dimensi sosial dan fisik, tidak hanya aspek kognitif semata.
Copyrights © 2026