Latar belakang: Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama pada anak usia sekolah di negara berkembang seperti Indonesia. Puskesmas Batoh, kasus meningkat dari 250 pada 2023 menjadi 258 pada 2024. Kejadian diare dipengaruhi oleh kebersihan pribadi, sanitasi lingkungan, dan pengetahuan ibu. Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada anak usia sekolah (6–12 tahun) di wilayah kerja Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case control dengan jumlah sampel sebanyak 68 responden yang terdiri dari 34 kasus dan 34 kontrol. Teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan chi-square dan regresi linier berganda. Hasil: analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel sanitasi lingkungan berpengaruh signifikan terhadap kejadian diare (p-value = 0,005; OR = 8,046), sedangkan variabel personal hygiene (p-value = 0,071; OR = 3,689) dan pengetahuan ibu (p-value = 0,056; OR = 3,897) tidak berpengaruh signifikan setelah dikontrol bersama variabel lainnya. Kesimpulan: sanitasi lingkungan merupakan faktor yang paling dominan terhadap kejadian diare pada anak usia sekolah (6–12 tahun).
Copyrights © 2026