Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana penerapan model Problem Based Learning (PBL) di MTsN 1 Banda Aceh dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis matematis tentang materi lingkaran. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Ini adalah jenis penelitian kuasi eksperimen (quasi-experimental research) dan memiliki desain Grup Kontrol Pretest-Posttest. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri atas kelas eksperimen (pembelajaran PBL) dan kelas kontrol (pembelajaran konvensional) dengan masing-masing berjumlah 23 siswa. Data dikumpulkan melalui instrumen tes uraian (essay) kemampuan berpikir kritis matematis yang divalidasi oleh ahli dan merujuk pada indikator Robert H. Ennis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL terbukti secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa dibandingkan pembelajaran konvensional. Hal ini dibuktikan melalui uji Normalized Gain (N-Gain), di mana rata-rata peningkatan kelas eksperimen mencapai skor 0,71 yang termasuk dalam kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol hanya memperoleh rata-rata skor 0,24 yang berada pada kategori rendah. Dengan demikian, model PBL dapat direkomendasikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang bermakna untuk menstimulasi dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis matematis siswa secara komprehensif.
Copyrights © 2026