Era disrupsi digital memengaruhi identitas dan karakter Generasi Z secara signifikan. Media sosial mendorong krisis moral, individualisme, dan lemahnya spiritualitas remaja Kristen. Pendidikan Kristen menghadapi tantangan membentuk generasi beriman di tengah budaya digital modern. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran guru Pendidikan Kristen sebagai agen transformasi karakter Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka terhadap jurnal, buku, dan sumber teologis relevan. Hasil penelitian menunjukkan Generasi Z mengalami krisis identitas akibat pengaruh budaya digital dan lemahnya pembinaan spiritual. Guru Pendidikan Kristen berperan membangun karakter melalui keteladanan, pembelajaran kontekstual, dan pendampingan spiritual berkelanjutan. Pendidikan Kristen perlu mengintegrasikan iman, pedagogi, dan teknologi secara seimbang. Strategi pembelajaran reflektif dan dialogis membantu peserta didik membangun identitas iman yang kuat. Kolaborasi keluarga, gereja, dan sekolah menjadi fondasi penting dalam membentuk Generasi Z yang berkarakter Kristiani, kritis, dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2026