Salah satu faktor yang memengaruhi pertumbuhan tanaman adalah tingginya kandungan garam pada media tanam, yang dapat menimbulkan stres. Cekaman salinitas dapat menyebabkan stres ionik dan osmotik, sehingga kondisi air berubah dan menurunkan kualitas tanaman. Pemberian garam (NaCl) pada konsentrasi tinggi dapat menimbulkan toksisitas dan mengurangi efisiensi penyerapan air oleh tanaman. Kultur jaringan merupakan teknik pertumbuhan bagian tanaman—baik sel, jaringan, maupun organ dalam kondisi aseptik secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan NaCl terhadap pertumbuhan planlet tomat berdasarkan karakter morfologis dan anatomis pada kondisi cekaman garam secara in vitro, serta menentukan konsentrasi NaCl yang toleran bagi pertumbuhan planlet tomat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima konsentrasi NaCl: 0%, 0,15%, 0,35%, 0,55%, dan 0,75%, masing-masing dengan lima ulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cekaman garam NaCl pada konsentrasi tinggi secara in vitro berpengaruh nyata terhadap tinggi planlet (p < 0,05), dengan tinggi maksimum 4,54 cm dan minimum 2,70 cm, serta terhadap indeks stomata. Sebaliknya, perlakuan NaCl tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah daun. Planlet tomat menunjukkan toleransi awal terhadap salinitas pada konsentrasi 0,15% NaCl, yang dapat digunakan sebagai dasar untuk seleksi awal varietas tomat tahan garam secara in vitro.
Copyrights © 2026