Demam Berdarah Dengue (DBD) tetap menjadi masalah serius karena resistensi nyamuk Aedes aegypti terhadap insektisida kimia. Nanopartikel perak berbasis biosintesis ramah lingkungan kini dikembangkan sebagai alternatif, dengan daun melinjo yang mengandung metabolit sekunder berpotensi digunakan sebagai pereduksi AgNO₃. Pemanfaatan spesies ini belum pernah dilaporkan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan mensintesis nanopartikel perak (AgNP) secara biologis menggunakan ekstrak daun melinjo (Gnetum gnemon) dan mengetahui potensinya sebagai larvasida. Biosintesis dilakukan dengan mereduksi larutan AgNO₃ 1 mM menggunakan ekstrak melinjo (1:30) pada pH 10. AgNP ditandai dengan perubahan warna larutan menjadi kekuningan hingga coklat. Hasil karakterisasi UV-Vis menunjukkan puncak serapan bergeser dari 398 nm menjadi 421,13 nm setelah 24 jam. Analisis SEM memperlihatkan partikel berbentuk bulat, pentagon dan heksagon yang berukuran 37,654 sampai dengan 877,131 nm, sedangkan FTIR mengidentifikasi gugus fungsi O–H, C≡C, dan C=O yang berperan dalam reduksi ion perak. Uji aktivitas larvasida terhadap larva A. aegypti menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 18.513 ppm yang termasuk kategori sangat toksik. Hasil menunjukkan bahwa daun melinjo berpotensi dalam mensintesis AgNO₃ menjadi AgNO0, serta hasil sintesis dapat dimanfaatkan sebagai larvasida. Temuan ini memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dengan menambah informasi tentang biosintesis nanopartikel perak (AgNP) menggunakan ekstrak daun melinjo (G. gnemon). Dari segi kesehatan masyarakat, penelitian ini memberikan alternatif pengendalian nyamuk A. aegypti yang lebih efektif dan berpotensi mengurangi risiko resistensi nyamuk terhadap insektisida kimia.
Copyrights © 2026