Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS TANAMAN BAMBU AIR (Equisetum hymale) TERHADAP LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA AIR LINDI (Leachate) Manalu, Chindy Carolin; Aritonang, Christina; Sihotang, Frianty; Saragih, Jeremiah; Sari, Marlinda Nilan; Febriyossa, Adelia
BIOPENDIX: Jurnal Biologi, Pendidikan dan Terapan Vol 11 No 2 (2025): Biopendix: Jurnal Biologi, Pendidikan & Terapan
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unpatti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biopendixvol11issue2page155-160

Abstract

Background: Leachate is water formed from piles of rubbish containing inorganic and organic compounds. One example of an organic compound that can cause environmental pollution is Pb (lead). Efforts to reduce levels of the heavy metal Pb are by carrying out phytoremediation using aquatic bamboo plants (Equisetum hymale). Methods: This research was conducted during September 2024 at the Green House, Medan State University, with leachate water samples taken from the Dendang Sea Final Waste Disposal Site (TPAS), Medan Tembung District, Deli Serdang Regency, North Sumatra Province. Methods used in the research This method uses descriptive or observational methods which are presented in the form of tables and graphs. Results: Research shows that water bamboo plants are able to absorb Pb levels in leachate water as seen from the parameters of changes in pH, temperature, color and physical condition of water bamboo plants. Conclusion: Water bamboo can be used as phytoremediation to reduce Pb levels in leachate waste.
Pemanfaatan Limbah Padat Penyulingan Sereh Wangi (Cymbopogon nardus L. ) sebagai Pupuk Organik Bagi Petani Sihotang, Frianty; Arwita, Widya; Mira, Sailana
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 2 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i2.2298

Abstract

Tanaman sereh wangi (Cymbopogon nardus L.) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak dimanfaatkan dalam industri farmasi, kosmetik, dan insektisida. Proses penyulingan minyak atsiri dari sereh wangi menghasilkan limbah padat berupa ampas bahan baku, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, seperti bau tidak sedap akibat pembusukan limbah. Penelitian ini dilakukan selama 30 hari di UMKM Pokki Citronella Oil, Lumban Pongki, Desa Sijambur, Kecamatan Ronggurnihuta, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Proses pembuatan pupuk organik dilakukan dengan metode fermentasi aerob menggunakan bahan utama limbah padat sereh wangi sebanyak 100 kg, dicampur dengan kotoran ternak, EM4, molase, dan air. engamatan dilakukan terhadap perubahan bau, warna, dan tekstur pupuk selama proses fermentasi. Pada minggu pertama, bau menyengat akibat senyawa volatil berkurang secara bertahap seiring dengan meningkatnya aktivitas mikroba. Warna awal limbah yang coklat muda atau kehijauan berubah menjadi semakin gelap hingga coklat tua pada akhir fermentasi. Tekstur juga berubah dari kasar menjadi lebih halus dan gembur. Limbah padat penyulingan sereh wangi dapat diolah menjadi pupuk organik.  Pupuk yang dihasilkan selama fermentasi 30 hari memiliki karakteristik tidak berbau, gembur, warna hitam dan suhu yang hampir sama dengan lingkungan.
Analisis Kesulitan Mahasiswa dalam Sterilisasi dan Formulasi Media Mikrobiologi di Laboratorium Sitohang, Devintra; Rangkuty, Sailana Mira; Sihotang, Frianty
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 7 No. 2 (2025): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v7i2.2300

Abstract

Sterilisasi dan formulasi pembuatan media adalah proses penting dalam bidang mikrobiologi dan sering menjadi tantangan bagi mahasiswa saat melakukan praktikum. Keterampilan dalam teknik sterilisasi dan formulasi media mikrobiologi sangat penting untuk memastikan hasil praktikum yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesulitan mahasiswa Biologi semester enam Universitas Negeri Medan dalam memahami dan mengaplikasikan prosedur sterilisasi serta formulasi media di laboratorium. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 30 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesulitan mahasiswa dalam melakukan sterilisasi dan formulasi media berada dalam kategori sulit dengan persentase rata-rata 43,39%. Faktor utama penyebab kesulitan ini meliputi keterbatasan pengalaman praktis, minimnya bimbingan dalam laboratorium, serta kurangnya pemahaman teori sebelum praktik. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih efektif, seperti Research-Based Learning.