Kajian kuantitatif ini menerapkan pendekatan eksperimen semu melalui rancangan pretest–posttest control group design demi menguji signifikansi pengaruh model Guided Discovery Learning (GDL) terhadap kompetensi berpikir kritis siswa dalam studi matematika di MTs Miftahul Huda Sepoh Gembol Wonomerto Probolinggo. Peneliti melibatkan 28 siswa kelas IX sebagai subjek yang didistribusikan secara merata ke dalam dua kelompok, yakni 14 partisipan untuk kelas eksperimen dan 14 partisipan untuk kelas kontrol. Intervensi berupa skema Guided Discovery Learning diterapkan secara khusus pada kelas eksperimen, sementara kelas kontrol tetap menggunakan metode pembelajaran konvensional. Instrumen berupa tes uraian dipilih dalam proses pengumpulan data untuk mengevaluasi derajat berpikir kritis siswa, yang diukur lewat empat parameter utama: analisis masalah, evaluasi solusi, penerapan konsep, serta refleksi berpikir. Peneliti kemudian mengoperasikan perangkat SPSS untuk mengeksekusi analisis statistik deskriptif dan inferensial, yang mengintegrasikan uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene, beserta uji Independent Samples t-Test. Tahapan uji prasyarat mengonfirmasi bahwa sebaran data berdistribusi normal dan mempunyai varians yang setara. Melalui komparasi akhir, uji t menghasilkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sebuah fakta numerik yang memvalidasi adanya deviasi capaian yang nyata pada kemampuan berpikir kritis siswa di kedua kelompok tersebut. Hasil ini dipertegas oleh perolehan rata-rata skor posttest kelas eksperimen yang melampaui raihan kelas kontrol, sehingga disimpulkan bahwa aplikasi Guided Discovery Learning terbukti berdampak positif dan efektif mematangkan kecakapan berpikir kritis siswa saat mempelajari matematika di MTs Miftahul Huda Sepoh Gembol Wonomerto Probolinggo.
Copyrights © 2026