Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat prokrastinasi akademik siswa di SMAS 9 Patumbak. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 30 siswa, yang seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Alat ukur berupa skala prokrastinasi akademik berdasarkan teori prokrastinasi steel yang mengacu pada faktor rendahnya kemampuan mengelola waktu, adanya distraksi dari lingkungan, pengaruh sosial, lemahnya kontrol diri dan regulasi emosi, serta rendahnya motivasi dan efikasi diri. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase, serta dikategorikan berdasarkan norma mean dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa (76,67%) berada pada kategori sedang hingga tinggi, dengan rincian: kategori sedang sebesar 40,00% (12 siswa), kategori tinggi sebesar 36,67% (11 siswa), dan kategori rendah sebesar 23,33% (7 siswa). Berdasarkan kategorisasi tersebut, prokrastinasi akademik di sekolah ini tergolong cukup dominan, dengan faktor utama penyebabnya adalah kegagalan manajemen waktu dan penundaan sengaja, diikuti oleh motivasi belajar, efikasi diri, kontrol diri, regulasi emosi, serta pengaruh sosial, sedangkan faktor lingkungan dan teknologi memberikan pengaruh paling kecil. Temuan ini menegaskan bahwa aspek internal merupakan penentu utama perilaku menunda tugas, sehingga perlu diutamakan dalam upaya penanganannya.
Copyrights © 2026