Pemantauan ibadah siswa selama bulan Ramadan melalui buku cetak seringkali kurang efektif dan rentan manipulasi, sehingga guru kehilangan momentum untuk memberikan umpan balik secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi efektivitas sistem buku kegiatan amaliah Ramadan digital berbasis web di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model System Development Life Cycle (SDLC) tipe Waterfall. Subjek penelitian melibatkan 3 guru Pendidikan Agama Islam dan 35 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner berskala Likert untuk mengukur kelayakan sistem dan dampak pedagogisnya. Hasil pengujian sistem menunjukkan tingkat kelayakan yang sangat baik, dengan persentase 89,1% dari guru dan 92,2% dari siswa. Penerapan sistem digital ini secara signifikan meningkatkan kedisiplinan pelaporan ibadah siswa hingga 88% dan memfasilitasi efisiensi asesmen formatif bagi guru sebesar 93%. Keberadaan fitur pemantauan waktu nyata (real-time) terbukti efektif dalam menekan budaya menunda pelaporan dan mendorong kemandirian belajar siswa. Dapat disimpulkan bahwa digitalisasi instrumen pengawasan ibadah berhasil mengatasi kelemahan sistem manual, meningkatkan akuntabilitas, serta mendukung pembentukan karakter keagamaan yang lebih terukur.
Copyrights © 2026