Harga beras merupakan indikator penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan. Fluktuasi harga beras yang terjadi pada runtunan waktu maka mengharuskan adanya metode prediksi yang akurat sehingga dapat pemerintah gunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi harga beras menggunakan metode WMA yang memberikan bobot lebih besar pada data terbaru sehingga lebih mampu menangkap trend yang terbentuk dari data sebelumnya. Penelitian ini menggunakan pembobotan metode WMA dengan fungsi kernel Uniform, Triangular, Epanechnikov, dan Gaussian yang dipilih karena memiliki karakteristik pembobotan yang berbeda. Data yang digunakan penelitian ini berupa data deret waktu harga beras grosir di Indonesia pada tahun 2020 - 2024 diakses dari BPS. Proses prediksi diawali dengan mencari nilai statistik deskriptif. Selanjutnya dilakukan penentuan Bandwidth menggunakan rumus Silverman’s Rule of Thumb, yang kemudian digunakan dalam fungsi kernel Uniform, Triangular, Epanechnikov, dan Gaussian untuk memperoleh bobot metode WMA. Hasil prediksi dievaluasi menggunakan MAPE untuk menentukan keakurasian metode yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan nilai prediksi harga beras pada tahun 2025 bulan Januari, Februari, dan Maret berbeda untuk setiap jenis kernel. Berdasarkan evaluasi menggunakan MAPE, kernel Gaussian orde 2 menghasilkan nilai kesalahan paling kecil dibandingkan kernel Uniform, Triangular, dan Epanechnikov, yaitu . Nilai hasil prediksi harga beras tahun 2025 menggunakan kernel Gaussian Rp bulan Januari, Rp bulan Februari, dan Rp bulan Maret. Maka, metode WMA dengan pembobotan kernel Gaussian merupakan metode yang paling optimal dalam prediksi harga beras pada penelitian ini.
Copyrights © 2026