Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Kelas V SDN 03 Bengkayang Elita; Torimtubun, Hendrikus
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v6i2.1602

Abstract

Tujuan dari penelitian yakni untuk memberikan penjelasan hasil belajar Matematika di SDN 03 Bengkayang melalui model pembelajaran yang diterapkan adalah kooperatif tipe STAD, dengan metode penelitian yang digunakan berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan sebagai solusi terhadap permasalahan dalam belajar mengajar yang ada di kelas tersebut. Terdapat empat tahapan dalam studi yang dilaksanakan yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, serta refleksi tindakan. Siklus tersebut berulang jika hasil siklus sebelumnya belum mencapai target yang diharapkan dengan mengikuti langkah-langkah yang serupa, dengan penekanan pada pembelajaran melalui model pembelajarannya kooperatif tipe STAD. Analisa data yang digunakan, yakni analisa deskriptif dengan teknik statistika sederhana. Dari hasil penelitian dilaksanakan selama proses pembelajaran, ditemukan bahwa pada siklus pertama, terdapat 14 orang (42%) dari total 33 peserta didik menunjukan kemajuan dalam hasil belajar Matematika pada materi luas bangun datar, dan berhasil memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang sudah ditentukan yakni 69. Pada siklus kedua, persentase tersebut meningkat menjadi 26 peserta didik (79%), dari 33 peserta didik yang berhasil mencapai KKTP. Nilai rata-rata postes peserta didik pada siklus pertama yakni 56,97 meningkat menjadi 82,42 pada siklus kedua. Hal ini menunjukan bahwa Sebagian peserta didik sudah memenuhi indikator keberhasilan yang sudah ditentukan peneliti yakni 70% untuk ketuntasan peserta didik secara keseluruhan. Kemudian untuk kegiatan guru dengan peserta didik dari 95 menjadi 100 selama proses pembelajaran dan memengaruhi hasil belajar. Analisis peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tentang luas bangun datar mata pelajaran Matematika mampu memberikan peningkatan yang signifikan terhadap hasil belajar peserta didik.
PENERAPAN FUNGSI KERNEL SEBAGAI PEMBOBOT METODE WEIGHTED MOVING AVERAGE DALAM MEMPREDIKSI HARGA BERAS GROSIR Elita; Yundari; Helmi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol. 15 No. 2 (2026): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harga beras merupakan indikator penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan. Fluktuasi harga beras yang terjadi pada runtunan waktu maka mengharuskan adanya metode prediksi yang akurat sehingga dapat pemerintah gunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi harga beras menggunakan metode WMA yang memberikan bobot lebih besar pada data terbaru sehingga lebih mampu menangkap trend yang terbentuk dari data sebelumnya. Penelitian ini menggunakan pembobotan metode WMA dengan fungsi kernel Uniform, Triangular, Epanechnikov, dan Gaussian yang dipilih karena memiliki karakteristik pembobotan yang berbeda. Data yang digunakan penelitian ini berupa data deret waktu harga beras grosir di Indonesia pada tahun 2020 - 2024 diakses dari BPS. Proses prediksi diawali dengan mencari nilai statistik deskriptif. Selanjutnya dilakukan penentuan Bandwidth menggunakan rumus Silverman’s Rule of Thumb, yang kemudian digunakan dalam fungsi kernel Uniform, Triangular, Epanechnikov, dan Gaussian untuk memperoleh bobot metode WMA. Hasil prediksi dievaluasi menggunakan MAPE untuk menentukan keakurasian metode yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan nilai prediksi harga beras pada tahun 2025 bulan Januari, Februari, dan Maret berbeda untuk setiap jenis kernel. Berdasarkan evaluasi menggunakan MAPE, kernel Gaussian orde 2 menghasilkan nilai kesalahan paling kecil dibandingkan kernel Uniform, Triangular, dan Epanechnikov, yaitu . Nilai hasil prediksi harga beras tahun 2025 menggunakan kernel Gaussian Rp bulan Januari, Rp bulan Februari, dan Rp bulan Maret. Maka, metode WMA dengan pembobotan kernel Gaussian merupakan metode yang paling optimal dalam prediksi harga beras pada penelitian ini.