Peningkatan kasus gangguan kesehatan mental dan penyalahgunaan zat, termasuk kecanduan judi daring, menjadi tantangan serius bagi sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. RS Menur Surabaya sebagai rumah sakit rujukan Provinsi Jawa Timur mencatat tingkat keterisian tempat tidur (BOR) yang tinggi. Di sisi lain, komunitas adat Suku Tengger di Desa Ngadiasari juga menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan mental dengan pendekatan budaya yang khas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis penguatan layanan kesehatan mental berbasis recovery-oriented melalui pendekatan psikososial pada dua konteks berbeda, yaitu rumah sakit dan komunitas adat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semi-empiris melalui observasi respons psikososial dan instrumen sederhana berupa indikator partisipasi, ekspresi emosional, dan keterbukaan komunikasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan respons sosial-emosional pasien serta penerimaan positif masyarakat adat terhadap pendekatan berbasis budaya. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat dapat menjadi model intervensi sosial komplementer dalam sistem layanan kesehatan mental berbasis komunitas.
Copyrights © 2026