Latar Belakang: Status gizi ibu hamil merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan kesehatan ibu dan janin. Status gizi yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, persalinan prematur, bayi berat lahir rendah, serta gangguan pertumbuhan janin. Berbagai faktor diduga memengaruhi status gizi ibu hamil, di antaranya pengetahuan, pendidikan, umur, dan pekerjaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi status gizi ibu hamil di Puskesmas Besitang, Kabupaten Langkat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas Besitang pada periode penelitian sebanyak 44 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan status gizi ibu hamil diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan (p=0,000) dan pendidikan (p=0,003) memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi ibu hamil. Sebaliknya, umur (p=0,742) dan pekerjaan (p=0,404) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status gizi ibu hamil. Kesimpulan: Pengetahuan dan pendidikan merupakan faktor yang berhubungan dengan status gizi ibu hamil, sedangkan umur dan pekerjaan tidak berhubungan secara signifikan. Peningkatan edukasi gizi melalui pelayanan antenatal perlu dioptimalkan sebagai upaya meningkatkan status gizi ibu hamil dan mendukung kesehatan ibu serta janin.
Copyrights © 2026