Taruli Rohana Sinaga
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Berat Badan Lahir Rendah dengan Kejadian Stunting pada Batita Taruli Rohana Sinaga; Sri Dearmaita Purba; Marthalena Simamora; Jek Amidos Pardede; Carolina Dachi
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 3 (2021): Juli 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i3.1420

Abstract

Stunting atau gagal tumbuh merupakan kondisi kronis yang menggambarkan terlambatnya pertumbuhan, dan berbadan pendek dibanding anak seusinya.. Kementerian Kesehatan menyatakan kasus stunting pada balita masih menjadi ancaman dan masalah kesehatan yang perlu di tanggulangi. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus untuk mencegah stunting pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasikan berat badan lahir rendah dengan kejadian stunting pada batita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan desain retrospektif. Populasi penelitian ini adalah ibu yang mempunyai batita dengan riwayat kelahiran berat badan lahir rendah yang berjumlah 35 orang dengan tehnik total sampling dan jumlah sampel sebanyak 35 orang. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan metode wawancara/ observasi dengan alat pengukuran tinggi badan anak atau Z-score. Analisis data menggunakan uji spearmen rank. Hasil penelitian diperoleh p-value 0,891 sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara berat badan lahir rendah berat badan lahir rendah dengan kejadian stunting pada batita.
The Relationship between Health Service Quality and Outpatient Satisfaction Level at Kenangan Health Center, Deli Serdang Regency Ivan Elisabeth Purba; Taruli Rohana Sinaga; Rahmat Alyakin Dachi; Helvinus Laia
TOUR HEALTH JOURNAL Vol. 1 No. 3 (2022): TOUR HEALTH JOURNAL
Publisher : Akupun Tour Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose: Quality of service is a form of patient assessment of the level of service received with the expected level of service. Quality service gives satisfaction to its users. Patient satisfaction is a form of reaction as an attitude that arises as a result of the evaluation process within the individual which then provides conclusions on the stimuli that can be in the form of good or bad, positive, negative, pleasant or unpleasant or emotional ratings related to the quality of services provided by the Puskesmas and patient expectations of the service. This study aims to determine the relationship between the quality of health services and the satisfaction level of outpatients at the Kenangan Health Center, Deli Serdang Regency in 2022. Method: The correlation analytic study design used a cross sectional approach. The population in this study were outpatients at the Kenangan Health Center, Deli Serdang Regency, from January to May 2022, with an average of 869 patients per month. The sampling technique used the Purpose Sampling technique so that the number of samples in this study were 90 people. The instruments used were questionnaires, the data were analyzed using the Chi-Square test. Results: The results showed that the quality of outpatient services at the Kenangan Health Center in Deli Serdang Regency in 2022 assessed the quality of health services as not good at 51.1% with a total of 46 respondents and outpatient satisfaction at the Kenangan Health Center in Deli Serdang Regency in 2022 which assessed patient satisfaction was not satisfied by 53.3% with a total of 48 respondents, there is a significant relationship between the relationship between the quality of health services and the level of outpatient patient satisfaction at the Kenangan Health Center, Deli Serdang Regency, in 2022 (p value = 0.000 <0.05). Disscusion and Conclusion: Suggestions to the Kenangan Health Center in Deli Serdang Regency for service workers to further increase empathy for patients so that patients feel really cared for by officers so they feel satisfied with the services provided.
PENYULUHAN GIZI SEIMBANG DALAM MENDUKUNG PERTUMBUHAN ANAK USIA DINI DI TK KATOLIK MARIANA MEDAN Taruli Rohana Sinaga; Sri Dearmaita Purba; Rinawati Sembiring; Theresia Alpriani Sitompul; Putri Sarmaulina Tamba
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i2.6490

Abstract

Permasalahan gizi pada anak usia dini masih menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak. Rendahnya pengetahuan orang tua dan guru mengenai penerapan gizi seimbang dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan gizi anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru dan orang tua mengenai gizi seimbang sebagai upaya mendukung pertumbuhan anak usia dini di TK Katolik Mariana Medan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni 2026 dengan sasaran guru dan orang tua peserta didik. Metode yang digunakan meliputi pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan), pretest, penyuluhan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta posttest sebagai evaluasi. Hasil pengukuran antropometri terhadap 18 peserta didik menunjukkan rata-rata berat badan sebesar 19,28 kg dan rata-rata tinggi badan sebesar 113,28 cm. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai prinsip gizi seimbang, konsep Isi Piringku, pentingnya konsumsi protein hewani, sayur dan buah, serta pemantauan pertumbuhan melalui pengukuran antropometri secara berkala. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan berkomitmen untuk menerapkan pola makan bergizi seimbang di rumah maupun di sekolah. Dengan demikian, penyuluhan gizi yang dipadukan dengan pengukuran antropometri merupakan strategi promotif dan preventif yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini.
FAKTOR YANG MEPENGARUHI STATUS GIZI IBU HAMIL DI PUSKESMAS BESITANG KABUPATEN LANGKAT Sri Dearmaita Purba; Antonij Edimarta Sitanggang; Liza Novira Dewi; Dewi Risma Uli Bancin; Taruli Rohana Sinaga; Sri Purwanti
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v6i3.1417

Abstract

Latar Belakang: Status gizi ibu hamil merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan kesehatan ibu dan janin. Status gizi yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, persalinan prematur, bayi berat lahir rendah, serta gangguan pertumbuhan janin. Berbagai faktor diduga memengaruhi status gizi ibu hamil, di antaranya pengetahuan, pendidikan, umur, dan pekerjaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi status gizi ibu hamil di Puskesmas Besitang, Kabupaten Langkat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas Besitang pada periode penelitian sebanyak 44 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan status gizi ibu hamil diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan (p=0,000) dan pendidikan (p=0,003) memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi ibu hamil. Sebaliknya, umur (p=0,742) dan pekerjaan (p=0,404) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status gizi ibu hamil. Kesimpulan: Pengetahuan dan pendidikan merupakan faktor yang berhubungan dengan status gizi ibu hamil, sedangkan umur dan pekerjaan tidak berhubungan secara signifikan. Peningkatan edukasi gizi melalui pelayanan antenatal perlu dioptimalkan sebagai upaya meningkatkan status gizi ibu hamil dan mendukung kesehatan ibu serta janin.