Biji sirsak (Annona muricata L.) memiliki senyawa metabolit sekunder serupa flavonoid, alkaloid, saponin serta acetogenin dengan potensi antibakteri. Riset ini memiliki tujuan evaluasi kegiatan bakteri krim ekstrak biji sirsak ke bakteri Cutibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Riset ini termasuk riset eksperimental laboratorik dengan post-test only control group design. Krim ekstrak biji sirsak diformulasikan dalam tiga konsentrasi, yaitu 15% (X1), 17,5% (X2), dan 20% (X3), menggunakan basis krim selaku kontrol negatif serta krim erittomisin selaku kontrol positif. Setiap perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali replikasi. Kegiatan antibakteri diuji dengan difusi sumuran di media Nutrient agar parameter diameter zona hambat. Analisis dengan uji Saphiro, uji homogenitas, One-Way ANOVA, dan uji lanjut Post Hoc. Hasil riset membuktikan rata-rata diameter zona hambat ke Cutibacterium acnes di konsentrasi 15%, 17,5%, dan 20% berturut-turut sebesar 1,38 mm; 1,52 mm; dan 2,18 mm, sedangkan terhadap Staphylococcus aureus sebesar 1,44 mm; 1,86 mm; dan 2,34 mm. Berdasar pembagian daya hambat, keseluruhan perlakuan dianggap lemah (<5 mm). Hasil One-Way ANOVA membuktikan ada beda antar perlakuan terhadap kedua bakteri (p<0,5), sedang uji Post Hoc membuktikan konsetrasi 20% mempunyai aktivitas bakteri tinggi dibanding konstrasi 15% dan 17,5%, meskipun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan control positif. Terkait demikian, krim ekstrak biji sirsak (Annona muricata L.) mempunyai aktivitas antibakteri ke Cutibacterium acnes dan Staphylococcus aureus, namun daya hambat yang dihasilkan masih tergolong lemah. Oleh karena itu, diperlukan optimasi formulasi maupun peningkatan konsentrasi ekstrak agar diperoleh aktivitas antibakteri yang lebih optimal.
Copyrights © 2026