Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk Menganalisis strategi Kepemimpinan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah Takengon dalam membangun budaya akademik. (2) Mengidentifikasi Faktor-faktor Pendukung dan Penghambat dalam membangun budaya akademik. (3) Mendiskripsikan Implementasi Budaya akademik tersebut dalam kehidupan akademik di lingkungan sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah Takengon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan ketua cenderung mengarah pada kepemimpinan transformasional yang ditandai dengan penetapan kebijakan akademik berbasis mutu, penguatan kegiatan ilmiah, serta keteladanan pimpinan dalam aktivitas akademik. Strategi ini mampu mendorong perubahan awal dalam perilaku akademik sivitas akademika. Faktor pendukung dalam membangun budaya akademik meliputi komitmen pimpinan dan kebijakan institusi yang mendukung, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan kompetensi dosen dalam penelitian dan publikasi, rendahnya motivasi sebagian sivitas akademika, serta keterbatasan sarana dan prasarana akademik. Implementasi budaya akademik di lingkungan kampus masih bersifat programatik dan belum sepenuhnya menjadi budaya yang mengakar dalam kehidupan akademik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pembangunan budaya akademik memerlukan strategi kepemimpinan yang konsisten, dukungan sistem yang memadai, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, disarankan agar pimpinan perguruan tinggi memperkuat program pengembangan kompetensi dosen, meningkatkan fasilitas akademik, serta membangun pembiasaan kegiatan ilmiah secara berkelanjutan guna mempercepat internalisasi nilai-nilai akademik.
Copyrights © 2026