cover
Contact Name
Dr. Widya Kusumaningsih, M.Pd.,
Contact Email
widyakusumaningsih@upgris.ac.id
Phone
+6281919567339
Journal Mail Official
manajemenpendidikan.s2.upgris@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lingga No.4-10, Karangtempel, Kec. Semarang Tim., Kota Semarang, Jawa Tengah 50232
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP)
ISSN : 22523057     EISSN : 26543508     DOI : https://doi.org/10.26877/jmp.v15i1
Core Subject :
1. School Management 2. Educational Leadership 3. Educational Human Resources 4. Educational Technology Management 5. Educational Achievement and Quality
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DAN BUDAYA MUTU TERHADAP KOMPETENSI PROFESIONAL TENAGA PENDIDIK Mukh Khusnaini; Karten Halirat
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i1.403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala madrasah dan budaya mutu terhadap kompetensi profesional tenaga pendidik di Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Limpung. Masalah utama yang dikaji adalah sejauh mana faktor manajerial dan lingkungan organisasi berkontribusi dalam meningkatkan kualitas mengajar guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian mencakup seluruh guru MI di Kecamatan Limpung, dengan sampel yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh atau total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kepemimpinan kepala madrasah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi profesional tenaga pendidik; 2) Budaya mutu memiliki pengaruh signifikan dalam mendorong peningkatan kinerja tenaga pendidik; dan 3) Secara simultan, kepemimpinan kepala madrasah dan budaya mutu berkontribusi besar terhadap kompetensi profesional tenaga pendidik. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penguatan peran kepemimpinan yang visioner dan internalisasi nilai-nilai budaya mutu secara konsisten merupakan strategi efektif untuk meningkatkan standar profesionalisme guru di tingkat Madrasah Ibtidaiyah.
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH: KUNCI MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PROFESIONALISME GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Mochammad Junaedi; Ahmad Thohirin; M. Furqon Wahyudi
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i1.404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam peran kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru di era implementasi Kurikulum Merdeka. Di tengah dinamika perubahan kurikulum yang menuntut adaptasi dan inovasi, peran kepemimpinan yang efektif menjadi krusial. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SDN Orobulu Rembang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru, observasi, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola dan hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah dengan peningkatan motivasi dan profesionalisme guru. Temuan awal menunjukkan bahwa dimensi-dimensi kepemimpinan transformasional, seperti memberdayakan visi, memberikan inspirasi, merangsang intelektual, dan memberikan perhatian individual, secara signifikan berkontribusi pada peningkatan semangat kerja, inisiatif, dan pengembangan kompetensi guru dalam mengadopsi prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Penelitian ini memberikan wawasan praktis bagi manajemen pendidikan mengenai strategi kepemimpinan yang efektif untuk mendukung adaptasi guru terhadap perubahan kurikulum, serta menegaskan pentingnya kepemimpinan transformasional sebagai kunci keberhasilan implementasi kurikulum baru.
SPIRITUAL LEADERSHIP IN HIGHER EDUCATION: A CONCEPTUAL REVIEW TOWARD A VALUE-BASED FRAMEWORK Putu Gede Subhaktiyasa
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i1.405

Abstract

Spiritual leadership is considered to have a positive impact on organisational sustainability, but its understanding remains limited to higher education institutions. This study aims to examine and broaden the understanding of value-based spiritual leadership in higher education institutions. The research uses a qualitative approach with a narrative literature review design. The analysis is conducted thematically and through critical conceptual synthesis of spiritual leadership, organisational values, and educational management. The findings identify five dimensions of spiritual leadership in higher education institutions: vision, hope/faith, altruistic love, soulful Directive, and organizational inclusivity. These dimensions emphasize the importance of moral reflection and structural justice in the diversity and complexity of higher education institutions. An understanding of this fosters spiritual wellbeing through a multidimensional approach that encompasses personal, communal, environmental, and transcendental aspects. The model shapes holistic spiritual leadership in higher education. Higher education management needs to build value-based spiritual leadership that is reflective, humanistic, and transformative.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN TRANSFORMATIF DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN MELALUI PELATIHAN BERKELANJUTAN Ali Nur Rofiq; Nur Rahmi Sonia
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i1.413

Abstract

Peningkatan mutu pendidikan di Indonesia masih menjadi isu krusial, khususnya pada lembaga tradisional seperti pondok pesantren. Ketertinggalan dalam mutu pendidikan pesantren bukan hanya persoalan sumber daya manusia, tetapi juga masalah manajerial dalam mengelola perubahan secara sistematis dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian tentang manajemen transformatif dalam konteks pesantren menjadi penting untuk dikaji dan dipublikasikan, karena dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan mutu pendidikan Islam. Secara konseptual, manajemen transformatif berakar pada teori transformational change dan learning organization, yang menekankan pemberdayaan manusia, perubahan budaya organisasi, dan kepemimpinan visioner sebagai kunci keberhasilan peningkatan mutu pendidikan. Dalam konteks pesantren, pendekatan ini memiliki tantangan tersendiri karena harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai tradisi keilmuan Islam dengan inovasi manajerial modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) strategi dan langkah-langkah transformasional yang diterapkan melalui pelatihan berkelanjutan di Pondok Pesantren Al-Amnaniyah 2, (2) dampak implementasi manajemen transformatif terhadap peningkatan mutu pendidikan, dan (3) hambatan yang muncul dalam proses transformasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pelatihan berkelanjutan berbasis metode Ibtida’i dan Yanbu’a menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kompetensi ustadz dan kualitas pembelajaran kitab maupun Al-Qur’an, (2) implementasi manajemen transformatif menghasilkan peningkatan signifikan dalam profesionalisme tenaga pendidik, efektivitas pembelajaran, serta hasil belajar santri, (3) penelitian ini menemukan adanya hambatan struktural, kultural, dan teknis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen transformatif melalui pelatihan berkelanjutan mampu menciptakan budaya belajar reflektif, kolaboratif, dan adaptif yang berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan pesantren.
MANAJEMEN PROGRAM “GIMBUL” (GENERASI BERIMTAQ BERBUDAYA LINGKUNGAN) DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SDN PULOREJO 1 Choirudin Lutfi Triaji; Taufiq Harris; A. Faizin
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i1.440

Abstract

Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang berintegritas dan bertanggung jawab, terutama pada jenjang sekolah dasar. Manajemen pendidikan berperan strategis dalam memastikan nilai-nilai karakter terintegrasi secara sistematis dalam proses pembelajaran. Program GIMBUL (Generasi Berimtaq dan Berbudaya Lingkungan) di SD Negeri Pulorejo 1 Kota Mojokerto hadir sebagai inovasi sekolah untuk menggabungkan nilai keimanan dan kepedulian lingkungan dalam pembentukan karakter siswa, sejalan dengan kebijakan Mojokerto Cerdas dan penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen sekolah dalam program GIMBUL sebagai upaya membentuk karakter siswa di SD Negeri Pulorejo 1 Kota Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan peserta didik, sedangkan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program GIMBUL telah disusun berdasarkan visi dan misi sekolah dengan mengintegrasikan nilai religius, disiplin, tanggung jawab, dan peduli lingkungan. Pengorganisasian program melibatkan seluruh warga sekolah serta dukungan komite dan masyarakat sekitar. Pelaksanaan kegiatan berjalan secara rutin melalui pembiasaan ibadah, literasi rohani, dan program kebersihan lingkungan. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui supervisi kepala sekolah dan refleksi guru. Program GIMBUL terbukti efektif dalam menumbuhkan karakter siswa yang religius, disiplin, dan berwawasan lingkungan.
PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MANAJER DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER Iwan Oktavianto; Ali Shodiqin; Nurkolis
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i1.442

Abstract

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah inisiatif pendidikan yang bertujuan mengembangkan karakter peserta didik melalui integrasi aspek moral, emosional, intelektual, dan fisik. Program ini melibatkan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental. PPK menekankan lima nilai utama: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah: (1) peran kepala sekolah dalam pelaksanaan penguatan pendidikan karakter; (2) proses implementasi program; dan (3) evaluasi pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dilaksanakan sebagai studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memainkan peran manajerial penting dalam penguatan pendidikan karakter dengan mengintegrasikan nilai karakter ke dalam proses pembelajaran sesuai kurikulum, pengelolaan kelas berdasarkan karakter peserta didik, evaluasi pembelajaran, serta pengembangan kurikulum muatan lokal sesuai kebutuhan institusi dan daerah. Proses implementasi meliputi analisis nilai karakter dalam Kompetensi Dasar, integrasi nilai ke dalam rencana pelajaran, pelaksanaan kegiatan belajar, serta penilaian dan evaluasi. Evaluasi program dilakukan oleh kepala sekolah dan guru melalui pengawasan langsung, seperti kunjungan kelas, serta pengawasan tidak langsung melalui laporan program dan evaluasi kurikulum.
KESATUAN ILMU SEBAGAI FONDASI ADAB UNTUK PENDIDIKAN GENERASI DIGITAL Tsabita Imania Yusrika; Anas Aflakha
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i1.446

Abstract

Pendidikan Islam bertujuan memuliakan manusia melalui integrasi spiritual dan intelektual. Namun, arus digitalisasi memunculkan krisis adab pada generasi digital yang berakar pada dikotomi ilmu pengetahuan modern. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka konseptual paradigma pendidikan yang berlandaskan Kesatuan Ilmu menurut Seyyed Hossein Nasr sebagai fondasi filosofis bagi pembentukan adab yang kokoh di era digital. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan rancangan studi kepustakaan (library research) yang bersifat filosofis-reflektif. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dan interpretatif untuk menyintesiskan konsep kunci Nasr menjadi model paradigma transformatif. Hasil penelitian menegaskan bahwa krisis adab berakar pada pandangan sekuler, sementara Kesatuan Ilmu menawarkan fondasi ontologis yang menyakralkan ilmu dan epistemologis yang menempatkan adab sebagai wujud kesadaran spiritual. Implikasi pedagogisnya meliputi integrasi etika dan filsafat teknologi ke dalam kurikulum Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK), serta reposisi peran guru sebagai teladan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam menjembatani filsafat Islam dan pendidikan digital, menghasilkan model paradigma yang mengubah tujuan pendidikan dari sekadar keterampilan teknis menjadi pembentukan manusia yang arif, adil, dan beradab.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KEUANGAN DALAM MENINGKATKAN AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI PENGELOLAAN KEUANGAN Sylla Indah Ning Rahayu; Siska Yulia Weny
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i1.465

Abstract

Pengelolaan keuangan madrasah merupakan aspek penting dalam mencapai tujuan pendidikan yang efektif dan berkelanjutan. Manajemen keuangan mencakup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan yang dilaksanakan secara transparan dan akuntabel sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menekankan prinsip keadilan, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sebagai upaya meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan di MTsN 2 Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, bendahara, dan kepala tata usaha. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, waktu, dan metode, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan keuangan dilakukan secara sistematis melalui evaluasi diri madrasah sebagai dasar penyusunan RKAM; (2) pelaksanaan keuangan berjalan sesuai rencana dan disertai laporan pertanggungjawaban; dan (3) evaluasi dilakukan melalui mekanisme internal dan eksternal untuk memastikan kesesuaian dengan regulasi.
PENGARUH ETOS KERJA TERHADAP KOMPETENSI PROFESIONAL GURU Alfina Damayanti; Nirva Diana; Yetri Hasan
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i1.471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh etos kerja terhadap kompetensi profesional guru di SMA Negeri 1 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif serta metode survei melalui penyebaran kuesioner berbasis skala Likert. Populasi penelitian berjumlah 61 guru, dengan teknik sampling total sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai sampel. Instrumen penelitian terdiri dari 45 item pernyataan yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitasAnalisis data dilakukan melalui tahapan analisis deskriptif, uji prasyarat (normalitas dan linearitas), serta analisis regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etos kerja berpengaruh signifikan terhadap kompetensi profesional guru dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Selain itu, etos kerja memberikan kontribusi sebesar 58,5% terhadap variansi kompetensi profesional guru, sedangkan 41,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa etos kerja merupakan faktor penting dalam meningkatkan kompetensi profesional guru dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah.
MANAJEMEN HUMAS DALAM MEMBANGUN KOLABORASI SEKOLAH DENGAN DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI Gisela Adisti Listianto; Rezki Nurma Fitria; Karwanto; Nuphanudin; Kaniati Amalia
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol. 15 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v15i1.487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen humas dalam menggait kolaborasi sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) IPIEMS Surabaya yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya peran humas dalam menjembatani hubungan antara sekolah dengan DUDI guna meningkatkan relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Informan penelitian dipilih secara purposive, meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang humas, guru tim BKK, mitra DUDI, serta siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen humas dalam membangun kolaborasi dengan DUDI dilakukan melalui tiga tahapan. Pada tahap perencanaan, humas melakukan pemetaan kebutuhan dan menjalin komunikasi awal dengan mitra DUDI. Pada tahap pelaksanaan, kolaborasi diwujudkan melalui kegiatan praktik kerja lapangan (PKL), magang, serta koordinasi yang berkelanjutan. Pada tahap evaluasi, dilakukan melalui umpan balik dari DUDI dan laporan kegiatan sebagai dasar perbaikan program. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen humas berperan strategis dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan melalui komunikasi dua arah, meskipun masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya.

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2026 2026