Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi siswa Sekolah Dasar pada materi gaya dan gerak menggunakan instrumen two-tier test. Two-tier test digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa secara lebih mendalam dengan mengungkap alasan di balik jawaban mereka. Two Tier Test terdiri dari dua bagian, pilihan ganda untuk menguji pemahaman konsep dan pertanyaan alasan untuk menggali cara berpikir siswa. Penelitian ini melibatkan 11 siswa kelas 5 di MI DDI Teluk Bone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 48% siswa mengalami miskonsepsi pada beberapa subkonsep, terutama pada materi gaya dan hubungan antara gaya dan gerakan benda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan instrumen diagnostik dua tingkat dalam pembelajaran IPA untuk mengungkap miskonsepsi secara lebih akurat dan mendalam. Hasil ini dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi pembelajaran remediatif berbasis konflik kognitif. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk mengatasi miskonsepsi siswa dan meningkatkan pemahaman konsep gaya dan gerak di tingkat SD.
Copyrights © 2026