Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kearifan lokal Provinsi Sumatera Selatan dan mengkaji potensinya sebagai sumber belajar IPA SMP. Penelitian diawali penyebaran angket dengan 40 responden yang bermukim di Sumatera Selatan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal Sumatera Selatan sangat beragam dan masih hidup dalam kehidupan masyarakat. Kearifan lokal yang dominan meliputi kuliner tradisional (pempek sebagai ikon utama), arsitektur tradisional (Rumah Limas), seni dan kerajinan (songket), tradisi adat dan nilai sosial (sedekah dusun, gotong royong), serta kehidupan berbasis sungai dan rawa (Sungai Musi, perahu tradisional, dan sistem pertanian lebak). Kearifan lokal tersebut memiliki keterkaitan yang kuat dengan konsep IPA. Konsep biologi mencakup etnofarmakologi, sistem pertanian tradisional, perikanan, fermentasi, dan konservasi lingkungan. Konsep fisika meliputi fluida, gaya apung, tekanan, perpindahan panas, energi, dan keseimbangan. Sementara itu, konsep kimia meliputi fermentasi, pengolahan makanan, pewarnaan alami, dan pengawetan tradisional. Responden menilai bahwa kearifan lokal penting dijadikan sumber belajar IPA SMP karena mampu membuat pembelajaran lebih kontekstual, bermakna, relevan dengan kehidupan siswa, meningkatkan motivasi belajar, mengembangkan keterampilan berpikir ilmiah dan kritis, serta berperan dalam pelestarian budaya dan kepedulian lingkungan. Penelitian ini menghasilkan 40 objek etnosains yang disinkronkan dengan kompetensi IPA SMP sesuai tingkat kognitif, metode, dan media pembelajaran.
Copyrights © 2026