Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apa saja tantangan yang dihadapi guru dalam pembelajaran matematika inklusif di SMP Fastabiqul Khairat Samarinda dan strategi untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang melibatkan 3 subjek, yaitu guru matematika kelas VII dan VIII SMP Fastabiqul Khairat Samarinda serta guru wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan temuan penelitian, guru menghadapi berbagai tantangan dalam tiga aspek utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penyediaan fasilitas. Tantangan tersebut meliputi kurangnya perencanaan pembelajaran yang terdiferensiasi, kesulitan dalam mengelola kelas inklusif, serta keterbatasan fasilitas dan media pembelajaran yang mendukung kebutuhan ABK. Untuk mengatasi tantangan tersebut, guru menerapkan strategi seperti menyusun materi berdiferensiasi berdasarkan Program Pembelajaran Individual (PPI), menggunakan media visual, membentuk kelompok belajar kecil, serta mewujudkan kolaborasi dengan Guru Pembimbing Khusus (GPK), tim inklusi, dan orang tua.
Copyrights © 2026