Kulit Jeruk bali merupakan salah satu tanaman yang diketahui dapat digunakan sebagai antibakteri karena dapat menghambat aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi gel ekstrak kulit jeruk bali (Citrus maxima) memberikan efektivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Pada penelitian ini dibuat empat formulasi yaitu basis gel, (F1) formulasi gel dengan ekstrak kulit jeruk Bali sebanyak 25%, (F2) memiliki kandungan ekstrak 30% dan (F3) kandungan ekstrak sebanyak 35%, formulasi gel dievaluasi melalu uji organoleptis, uji pH, uji homogen, uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji stabilitas sediaan dengan 3 suhu yang berbeda yaitu suhu ruang, suhu dingin dan suhu dibawah sinar matahari. Untuk analisis perbedaan zona hambat digunakan uji ANOVA, data tidak memenuhi persyaratan ANOVA yaitu data harus berdistribusi normal, sehingga analisis dilanjutkan dengan uji Kruskall-Wallis, hasil analisis data signifikat < 0,001 ketentuan hasil uji ini jika nilai sig. < 0,05 maka H1 diterima. Pada penelitian ini didapatkan formulasi 3 dengan kandungan 35% ekstrak kulit jeruk Bali dengan metode difusi cakram memiliki zona hambat yaitu rata-rata 7 dari 5 kali pengulangan. Jadi dapat disimpulkan formulasi gel ekstrak kulit jeruk Bali memiliki efektivitas antibakteri dengan formulasi kandungan ekstrak 35% dengan aktivitas antibakteri sedang.
Copyrights © 2025