Made Raningsih
STIKES Buleleng

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN PROBIOTIK KEKINIAN SEHAT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN IMUNITAS PADA KELOMPOK PKK DESA GITGIT KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG Luh Putu Desy Puspaningrat; Made Raningsih; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.24

Abstract

Minuman probiotik merupakan minuman yang baik untuk kesehatan dengan banyak mengandung sejumlah bakteri probiotik yaitu bakteri asam laktat (BAL) yang bermanfaat bagi saluran pencernaan untuk mneingkatkan keseimbangan di dalam mikroflora/scoby (Symbiotic Culture of Bakteri and Yeast), kefir, water kefir. Produk minuman probiotik kekinian nan sehat secara luas sudah dikenal oleh masyarakat, namun masih banyak yang belum mengetahui manfaat dan teknik pembuatan secara sederhana dalam skala rumah tangga oleh masyarakat. Padahal minuman tersebut memiliki nilai gizi yang tinggi untuk meningkatkan imun tubuh bagi kesehatan. Hal ini sebenarnya bisa dilakukan secara rumah tangga asalkan dibuat dalam teknologi yang benar dan nanttinya bisa dijadikan sebagai usaha untuk menambah pendapatan bagi kelompok ibu-ibu PKK. Penyampaian pengetahuan dan pelatihan minuman probiotik antara lain minuman kombucha, kefir, dan water kefir ini dapat direalisasikan melalui program Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh Prodi S1 Farmasi Stikes Buleleng. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu-ibu PKK yang terletaknya di Desa Gitgit. Program ini dilaksanakan meliputi kegiatan sosialisasi dan pelatihan. Hasil yang diperoleh dari program ini adalah dapat meningkatkan pengetahuan soft skill dan hard skill ibu-ibu PPK dalam rangka meningkatan kualitas hidup, dan peluang kewirausahaan.
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI FORMULASI GEL EKSTRAK KULIT JERUK BALI (Citrus maxima) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Ni Komang Tria S. Artini; Ari Permana Putra; Made Raningsih
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 1 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/vvmmvh15

Abstract

Kulit Jeruk bali merupakan salah satu tanaman yang diketahui dapat digunakan sebagai antibakteri karena dapat menghambat aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi gel ekstrak kulit jeruk bali (Citrus maxima) memberikan efektivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Pada penelitian ini dibuat empat formulasi yaitu basis gel, (F1) formulasi gel dengan ekstrak kulit jeruk Bali sebanyak 25%, (F2) memiliki kandungan ekstrak 30% dan (F3) kandungan ekstrak sebanyak 35%, formulasi gel dievaluasi melalu uji organoleptis, uji pH, uji homogen, uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji stabilitas sediaan dengan 3 suhu yang berbeda yaitu suhu ruang, suhu dingin dan suhu dibawah sinar matahari. Untuk analisis perbedaan zona hambat digunakan uji ANOVA, data tidak memenuhi persyaratan ANOVA yaitu data harus berdistribusi normal, sehingga analisis dilanjutkan dengan uji Kruskall-Wallis, hasil analisis data signifikat < 0,001 ketentuan hasil uji ini jika nilai sig. < 0,05 maka H1 diterima. Pada penelitian ini didapatkan formulasi 3 dengan kandungan 35% ekstrak kulit jeruk Bali dengan metode difusi cakram memiliki zona hambat yaitu rata-rata 7 dari 5 kali pengulangan. Jadi dapat disimpulkan formulasi gel ekstrak kulit jeruk Bali memiliki efektivitas antibakteri dengan formulasi kandungan ekstrak 35% dengan aktivitas antibakteri sedang.