cover
Contact Name
Iyan Hardiana
Contact Email
iyanhardiana@gmail.com
Phone
+6282226669313
Journal Mail Official
jurnalkesehatansundaram@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Air Sanih Km. 11 Bungkulan
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Sundaram
ISSN : -     EISSN : 30646359     DOI : https://doi.org/10.52073/
Core Subject :
Jurnal Kesehatan Sundaram merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng sebagai media informasi dan komunikasi bagi para peneliti, praktisi dan akademisi dalam bidang ilmu kesehatan. Adapun focus dan scope dalam Jurnal ini yaitu semua kegiatan pelayanan publik di bidang kesehatan. Jurnal ini diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Januari dan Juli. Terbitan pertama Jurnal ini adalah tahun 2024. Tim Redaksi mengundang para ilmuwan, cendekiawan, profesional, dan peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitiannya setelah seleksi naskah, dengan peer review dan proses editing. Focus and Scope: Nursing, midwifery, and Pharmacy
Arjuna Subject : -
Articles 44 Documents
HUBUNGAN PERSEPSI PENYAKIT TERHADAP SELF CARE MANAJEMEN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS TEJAKULA 1 Ni Wayan Mastini; Ni Ketut Putri Marthasari; Ni Luh Linda Ayuni Tania; I Gede Agus Sastra Wijaya
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 1 No. 1 (2024): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/74peny83

Abstract

Latar Belakang. Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronik, oleh karena itu peran self-caremanagement sangat penting dalam perawatan maupun pencegahan komplikasi. Persepsi penyakit telah diketahui pada beberapa penelitian sebagai salah satu aspeksignifikan yang mempengaruhi self-care management pasien diabetes mellitus tipe2, dimana dalam pelaksanaan self-care perlu adanya pengambilan keputusan yang bergantung pada persepsi penyakit pasien dalam hal pengendalian penyakit, memahami penyakit, apakah penyakitnya dapat disembuhkan, bagaimana siklus penyakitnya dan parah atau tidaknya penyakit. Tujuan. penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan persepsi penyakit terhadap Self Care manajemen Padapenderita Diabetes Melitus di Puskesmas Tejakula. Metode. Penelitian menggunakan rancangan kuantitatif observasional dengan pendekatan crosssectional study. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan sampling purposive yaitu penentuan sampel dengan pertimbangantertentu. Sampel pada penelitian ini 53 sampel. Alat ukur dalam penelitian ini adalah Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) dan Diabetes Self- Management Questionnaire (DSMQ). Hasil. Uji Statistik yang digunakan adalah Uji Korelasi Spearman. Berdasarkan hasil penelitian, nilai Sig. (2-tailed) 0,002 artinya jika diliat dari hipotesis penelitian maka Ha diterima yang artinya bahwa Ada hubungan persepsi penyakit terhadap Self Care Manajemen.
PENGARUH TERAPI KOMPLEMENTER SENAM MATA TERHADAP GANGGUAN COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) PADA MAHASISWA KEPERAWATAN ANGKATAN 2021 DI STIKES BULELENG Ni Luh Putu Lia Kristina; Ni Ketut Putri Marthasari; Kadek Yudi Aryawan; Ni Made Dwi Yunica Astriani
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 1 No. 1 (2024): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/e37d7b23

Abstract

Mata adalah alat penglihatan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, kualitas penglihatan yang buruk akan mengganggu aktivitas seseorang. Kesehatan mata dapat terpengaruh oleh penggunaan media digital yang berlebihan sehingga mengalami gangguan computer vision syndrome (cvs) yaitu kumpulan berbagai keluhan yang berlangsung pada mata dan leher. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh terapi komplementer senam mata terhadap gangguan computer vision syndrome (cvs) pada mahasiswa keperawatan angkatan 2021 di STIKes Buleleng. Desain penelitian ini adalah pre-eksperimental rancangan one-group pre-post test design, dengan total sampel yang dipakai yaitu 50 responden melalui teknik sampling non probability sampling dengan purposive sampling. Pengumpulan data memakai kuesioner Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q). Sebelum dilakukan uji statistic, uji normalitas kolmogorov smirnov dilakukan dengan hasil berdistribusi normal maka menerapkan uji statistic paired sampel t-test. Hasil penelitian menyatakan bahwa rata - rata skor CVS sebelum pemberian terapi yaitu 12,12, dan rata - rata skor CVS setelah pemberian terapi yaitu 6,52, dengan nilai p-value 0,000 lebih kecil dari 0,05. Dapat diambil kesimpulan dalam penelitian ini yakni ada pengaruh terapi komplementer senam mata terhadap gangguan computer vision syndrome (cvs) pada mahasiswa keperawatan angkatan 2021 di STIKes Buleleng. Diharapkan bagi mahasiswa mampu menerapkan terapi komplementer senam mata sebagai terapi non farmakologi untuk penurunan keluhan CVS.
UJI EFEKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL DAUN RANTI HITAM (Solanum nigrum L.) SECARA ORAL TERHADAP MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI PEPTON Maharani Maharani; Mannupak Irianto Tampubolon; Devina Chandra
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 1 No. 1 (2024): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/rd0cy034

Abstract

Demam adalah salah satu gejala penyakit yang sering di derita masyarakat Indonesia. Dikatakan demam saat keadaan tubuh manusia memiliki suhu diatas ±37,50C. Daun ranti hitam (Solanum nigrum L.) mengandung senyawa kimiaflavonoid. flavonoid dan parasetamol memiliki kemiripan struktur yaitu cincinpiran yang menghubungkan rantai tiga karbon dengan salah satu cincin benzene sehingga memiliki fungsi yang hampir sama. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adanya kandungan senyawa flavonoid pada simplisia daun ranti hitam (Solanum nigrum L.), dan mengetahui variasi ekstrak etanol daun ranti hitam (Solanum nigrum L.) yang paling efektif konsentrasinya sebagai antipiretik terhadap mencit jantan (Mus muculus). Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dimana hewan uji mencit jantan (Mus muculus) diinduksi dengan pepton sehingga hewan uji menjadi demam. Hasil penelitian menunjukan bahwa EEDRH (Solanum nigrum L.) positif mengandung flavonoid. Berdasarkan uji statistik One way ANOVA (p>0,05), menunjukan bahwa EEDRH (Solanum nigrum L.) konsentrasi 200mg /grBB tidak efektif sebagai antipiretik. Sedangkan pemberian EEDRH (Solanum nigrum L.) konsentrasi 300 mg/grBB dan EEDRH (Solanum nigrum L.) konsentrasi 400 mg/grBB mampu menurunkan suhu rektal mencit jantan (Musmuculus) sehingga efektif digunakan sebagai antipiretik. Adapun konsentrasi terbaik untuk menurunkan suhu rektal mencit jantan (Mus muculus) yaitu EEDRH (Solanum nigrum L.) konsentrasi 300 mg/ grBB.
OPTIMASI PELARUT DAN SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ANGGUR LAUT (CAULERPA LENTILLIFERA) UNTUK PENGUJIAN UJI ANTIOKSIDAN DENGAN METODE DPPH (2,2-DIFENIL-1-PIKRILHIDRAZIL) Ni Kadek Suci Swardiani; Rizka Aisyah; Luh Putu Desy Puspaningrat
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 1 No. 1 (2024): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/79n5jg78

Abstract

Anggur laut jenis Caulerpa lentillifera merupakan spesies alga hijau yang ditemukan di beberapa perairan Indonesia. Caulerpa lentillifera menghasilkan metabolit sekunder berperan sebagai antioksidan. Dalam penelitian ini peneliti meggunakan pelarut etanol 96%, etil asetat dan N-Heksan karena ingin membandingkan ketiga pelarut tersebut. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui apakah ekstrak etanol 96%, etil asetat, dan N-Heksan dalam anggur laut jenis (Caulerpa lentillifera) memiliki aktivitas antioksidan dan untuk perbandingan pengujian skining fitokimia, efektivitas antioksidan menggunakan DPPH, pengujian kromatografi lapis tipis dan kromatografi kolom. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorium, menggunakan metode analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan aktivitas antioksidan. Pelarut etanol 96% menunjukkan hasil kuat dengan IC50 55,279, pelarut etil asestat menunjukkan hasil sangat kuat dengan IC50 34,601, pelarut n-heksana menunjukkan hasil kuat dengan IC50 51,747. Ekstrak pigmen Caulerpa lentillifera dengan melakukan identifikasi pigment menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT), kemudian masing – masing ekstrak dipisahkan dan dimurnikan dengan kromatografi kolom selanjutnya dikarakterisasi dengan sinar UV kemudian diidentifikasi pigmen tersebut. Menunjukkan hasil pigmen turunan karetenoid, feofitin, feofitin a, klrofil a, klorofil b, karetenoid dan xantofil. Jenis pigmen- pigmen tersebut diketahui melalui perhitungan nilai Rf dari masing-masing spot pigment yang nampak pada plat KLT.
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIKA DI RT 09 KELURAHAN OESAPA KOTA KUPANG Reza Ismail Abdul Rahman; Eric Kurnia Abdillah; Lestari Nugrahini; Apriana Apriana; Rizka Aisyah; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 3 No. 1 (2026): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/fe9ygm77

Abstract

Ketidakpatuhan penggunaan antibiotik rasional masih tinggi, penyebabnya tingkat pengetahuan masih rendah. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh profil tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik rasional berdasarkan jenis kelamin, rentang umur, jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan. Pengukuran tingkat pengetahuan pada Maret-Juli 2023 di RT 09 Kelurahan Oesapa Kota Kupang metode observasional menggunakan kuesioner. Diklasifikasikan menjadi 4 kategori sangat baik (86-100%), baik (70-84%), cukup (55-69%) dan kurang (0-54%). Data dianalisis deskriptif kuantitatif. Tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik rasional rerata nilai 71,62% kategori “Baik”. Berdasarkan jenis kelamin diperoleh rerata nilai pria lebih baik dari perempuan 71,85% dan wanita 71,44%. Berdasarkan jenis pekerjaan rerata nilai karyawan/ wiraswasta (73,67%) lebih baik dari ibu rumah tangga (70,86%), mahasiswa (72%), lain-lain (69,78%), tidak bekerja (71,27%). Berdasarkan tingkat pendidikan rerata nilai pendidikan D3/S1 76,62% lebih baik dari SMA (72,11%), SMP (71,20%), SD (38%), tidak bersekolah (68%). Berdasarkan rentang umur rerata nilai umur 26-35 tahun 73,67% lebih baik dari umur 17-25 (72,13%), umur 46-55 tahun (70,46%) dan umur 36-45 tahun (68,50%). Profil tingkat pengetahuan dari segi tingkat pendidikan, pekerjaan dan rentang umur di RT 09 Kelurahan Oesapa Kota Kupang sebagai data awal pemerintah, organisasi profesi melakukan intervensi mencegah dan menurunkan kasus resistensi antibiotik.
EVALUASI PENGELOLAAN OBAT PADA TAHAP PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT DI RSUD. PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG PERIODE TAHUN 2022 Ivans Panduwiguna; Fransiskus Samuel Renaldi; Ahmad Sahlan Baniu; Novita Yanti Kasim; Ari Permana Putra; Luh Yesi Angga Natalia Dewi
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 1 No. 1 (2024): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/6x3dtq50

Abstract

Tahap perencanaan dan pengadaan merupakan bagian dari pengelolaan obat yang sangat berpengaruh terhadappersediaan obat dan biaya yang dikeluarkan oleh rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaranperencanaan dan pengadaan obat di Instalasi Farmasi RSUD. Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang tahun 2022. Penelitiandilakukan dengan membandingkan indikator pengelolaan obat riil terhadap indikator standar. Penelitian ini dilakukandengan pengumpulan data secara retrospektif berupa laporan keuangan, perencanaan, pengadaan, dan pemakaian obat. Analisa data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dan pengadaan di InstalasiFarmasi RSUD. Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang belum sepenuhnya sesuai dengan indikator standar. Hal ini ditunjukkandari 7 indikator yang dapat diukur, dua indikator sesuai dengan standar yaitu tidak adanya kesalahan faktur dan frekuensipengambilan tiap item obat, sedangkan 5 indikator belum sesuai dengan standar yaitu persentase dana yang tersedia, persentase ketepatan perencanaan, persentase alokasi dana pengadaan obat, perbandingan jumlah item obat yang direncanakan dengan jumlah item dalam kenyataan pemakaian, dan frekuensi tertundanya pembayaran oleh rumah sakit.
IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN PROGRAM RUJUK BALIK (PRB) DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT MEDIKA BSD TANGERANG SELATAN PERIODE JANUARI – MARET 2020 Boy Yunaidy; Silvia Anggraeni; Iyan Hardiana; Aulia Zahra; Dede Komarudin; Siva Fauziah
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 1 No. 1 (2024): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/t5r8s868

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik di atas batas normal >140mmHg dan diastolik >90mmHg. Di Eropa, 37% - 55% orang dewasa mengalami hipertensi. Di Indonesia 8,4% jumlah penduduknya menderita hipertensi dan prevalensi tertinggi yaitu Sulawesi Utara 13,2% Tujuan penelitian ini mengetahui presentase Drug Related Problems (DRPs) kategori ketidaktepatan dosis dan interaksi obat pada pasien Hipertensi PRB rawat jalan di Poli Jantung RS Medika BSD Tangerang Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental deskriptif menggunakan data retrospektif untuk memperoleh gambaran obat antihipertensi yang digunakan pasien PRB rawat jalan di poli jantung Rumah Sakit Medika BSD Tangerang Selatan periode Januari-Maret 2020. Penelitian dilakukan di Instalasi Rekam Medik RS Medika BSD Tangerang Selatan selama 3 bulan mulai November 2020 - Januari 2021. Sampelnya pasien hipertensi program rujuk balik (PRB) yang berobat pada Januari - Maret 2020 ditentukan dengan metode purposive sampling. Kesimpulannya yaitu jumlah pasien PRB laki-laki 44 orang (88%) dan perempuan 12 orang (12%), kelompok umur terbanyak 50-59 tahun 40%. Obat hipertensi paling banyak digunakan Antagonis Reseptor Angiotensin II (Candesartan 16mg (33,33%)). Ketepatan dosis pada pasien 100% dengan jumlah pasien 50 orang. Interaksi Obat yang terjadi pada 48 pasien (96%) dan jumlah obat yang berinteraksi 222 obat (97,67%).
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN AFRIKA (VERNONIA AMYGDALINA) SEBAGAI ANTIHIPERURISEMIA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR SPRAGUE DALWEY (RATTUS NORVEGICUS) Kadek Linda Meta Valentine; Ari Permana Putra; Iyan Hardiana
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 2 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/vhdy6q98

Abstract

Hiperurisemia merupakan hasil metabolisme normal dari pencernaan protein atau dari penguraian senyawa purin yang seharusnya akan dibuang melalui ginjal, feses, atau keringat yang kemudian menyebabkan tingginya asam urat dalam tubuh. Tujuan penelitian ini ialah untuk mencari ada tidaknya pengaruh ekstrak etanol daun afrika (Vernonia amygdalina)terhadap penurunan kadar asam urat tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Pada penelitian ini digunakan 25 ekor tikus Jantan dan dikelompokkan menjadi lima krlompok besar yaitu kelompok kontrol negative (Na-CMC 1%), kelompok kontrol positif (Allopurinol), dan kelompok uji dengan dosis 1,4gr/kgBB, 2,8gr/kgBB, dan 5,6gr/kgBB. Hewan uji dibuat hiperurisemia menggunakan penginduksi kalium oksonat dengan dosis 250mg/kgBB. Pengukuran kadar asam urat dilakukan sebanyak tahap yaitu pengukuran kadar asam urat awal, pengukuran pasca induksi, pengukuran 1 jam dan 2 jam setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun afrika (Vernonia amygdalina) dengan dosis 1,4gr/kgBB, 2,8gr/kgBB, dan 5,6gr/kgBB dapat menurunkan kadar asam urat pada tikus. Pada pemberian ekstrak etanol daun afrika (Vernonia amygdalina) dosis 5,6gr/kgBB menunjukkan penurunan kadar asam urat yang lebih baik pada tikus.
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI FORMULASI GEL EKSTRAK KULIT JERUK BALI (Citrus maxima) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Ni Komang Tria S. Artini; Ari Permana Putra; Made Raningsih
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 1 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/vvmmvh15

Abstract

Kulit Jeruk bali merupakan salah satu tanaman yang diketahui dapat digunakan sebagai antibakteri karena dapat menghambat aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi gel ekstrak kulit jeruk bali (Citrus maxima) memberikan efektivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Pada penelitian ini dibuat empat formulasi yaitu basis gel, (F1) formulasi gel dengan ekstrak kulit jeruk Bali sebanyak 25%, (F2) memiliki kandungan ekstrak 30% dan (F3) kandungan ekstrak sebanyak 35%, formulasi gel dievaluasi melalu uji organoleptis, uji pH, uji homogen, uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji stabilitas sediaan dengan 3 suhu yang berbeda yaitu suhu ruang, suhu dingin dan suhu dibawah sinar matahari. Untuk analisis perbedaan zona hambat digunakan uji ANOVA, data tidak memenuhi persyaratan ANOVA yaitu data harus berdistribusi normal, sehingga analisis dilanjutkan dengan uji Kruskall-Wallis, hasil analisis data signifikat < 0,001 ketentuan hasil uji ini jika nilai sig. < 0,05 maka H1 diterima. Pada penelitian ini didapatkan formulasi 3 dengan kandungan 35% ekstrak kulit jeruk Bali dengan metode difusi cakram memiliki zona hambat yaitu rata-rata 7 dari 5 kali pengulangan. Jadi dapat disimpulkan formulasi gel ekstrak kulit jeruk Bali memiliki efektivitas antibakteri dengan formulasi kandungan ekstrak 35% dengan aktivitas antibakteri sedang.
FORMULASI SEDIAAN GEL DENGAN KOMBINASI EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica L.) DAN LIDAH BUAYA (Aloe vera) SEBAGAI ANTI-JERAWAT TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Nyoman Triana Sari; Rizka Aisyah; Luh Putu Desy Puspaningrat
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 1 No. 1 (2024): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/8wj2r605

Abstract

Pegagan (Centella asiatica L.) dan lidah buaya memiliki manfaat yang sangat penting dalam pengembangan bidang farmasi terutama dalam bidang kosmetik karena kedua tumbuhan tersebut memiliki kandungan metabolit sekunder yang bermanfaat sebagai anti-inflamasi dan antimikroba, serta untuk mengurangi peradangan dan menghambat pertumbuhan bakteri pada kulit. Salah satu sediaan topikal yang banyak digunakan dalam pengobatan jerawat adalah sediaan gel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas sediaan gel dengan kombinasi ekstrak pegagan (Centella asiatica L.) dan lidah buaya sebagai anti-jerawat terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorium menggunakan bakteri Staphylococcus aureus dengan 5 perlakuan yang berbeda yaitu basis gel sebagai Kontrol Negatif, Erymed gel 2% sebagai Kontrol Positif, dan sediaan gel kombinasi ekstrak pegagan dan ekstrak lidah buaya dengan perbandingan 5%:5% (F1), 10%:10% (F2) dan 15%:15% (F3). Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk uji normalitas dan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan gel dengan kombinasi ekstrak daun pagagan dan lidah buaya secara signifikan memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus (p<0,05) dimana pada sediaan gel F1, F2 dan F3 memiliki rata rata zona hambat sebesar 19 mm, 23 mm dan 25 mm, pada kontrol positif memiliki rata-rata zona hambat sebesar 42,4 mm, sedangkan pada kontrol negatif tidak terbentuk zona hambat. Jadi dapat disimpulkan bahwa sediaan gel dengan kombinasi ekstrak pegagan (Centella asiatica L.) dan lidah buaya memiliki efektivitas sebagai anti-jerawat terhadap bakteri Staphylococcus aureus.