Pendahuluan: Hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah seseorang melebihi batas normal atau optimal, yaitu 120/80 mmHg. Fungsi afektif keluarga merupakan salah satu faktor penentu dan faktor penguat yang mempengaruhi kepatuhan pasien. Kepatuhan pengobatan didefinisikan sebagai tingkat kepatuhan pasien dalam menaati rekomendasi pengobatan yang diberikan. Lansia merupakan sekelompok orang yang berada pada tahap akhir kehidupan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan fungsi afektif keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien lansia penderita hipertensi di wilayah Desa Pemaron. Metode: Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan srocc-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah probabilitas sampling dengan metode simple random sampling. Instrument pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner fungsi afektif keluarga dan kuesioner kepatuhan minum obat MMAS-8 (Modified Morisky Adherence Scale). Analisa data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil uji statistic Spearman rho dari penelitian ini nilai p-value = 0,000 yaitu < 0,05 dan nilai Correlation Cofficient 0,790 cukup, koefisien korelasi yang bernilai positif menandakan searah (jenis hubungan searah ) dengan demikian dapat diartikan bahwa semakin baik fungsi afektif keluarga maka semakin tinggi tingkat kepatuhan minum obat pada lansia penderita hipertensi. Kesimpulan: Terdapatnya Hubungan Fungsi Afektif Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Desa Pemaron.
Copyrights © 2024