Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH SENAM TAI CHI TERHADAP RESIKO JATUH PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA JARAMARAPATI SINGARAJA Gusti Ayu Putu Mertasari; G Nur Widya Putra; Putu Agus Ariana
PROSIDING SIMPOSIUM KESEHATAN NASIONAL Vol. 1 No. 1 (2022): Simposium Kesehatan Nasional
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.496 KB)

Abstract

Latar Belakang: Jatuh merupakan suatu kejadian yang tidak disengaja yang mengakibatkan seseorang mendadak terbaring atau terduduk di lantai. Kejadian jatuh yang tidak disengaja sering terjadi pada lansia. Penyebab jatuh yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Salah satu olahraga yang dapat diberikan yaitu senam Tai Chi. Tujuan: Mengetahui pengaruh senam Tai Chi terhadap resiko jatuh pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Jaramarapati Singaraja. Metode: Menggunakan one group pre post test dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampling dan mendapatkan 57 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner dan di analisis menggunakan SPSS dengan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa nilai p value =0,000 karena nilai p lebih kecil 0,05 maka hipotesisi nol (H0) ditolak dan hipotesis alternative (Ha) diterima, yang artinya ada Pengaruh Senam Tai Chi Terhadap Resiko Jatuh Pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Jaramarapati Singaraja. Kesimpulan: Ada Pengaruh Senam Tai Chi Terhadap Resiko Jatuh Pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Jaramarapati Singaraja.
HUBUNGAN FUNGSI AFEKTIF KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN LANSIA PENDERITA HIPERTENSI (STUDI DILAKUKAN DIPRAKTEK UMUM DR. NI MADE MARDANI DESA PEMARON Luh Sunita Aprilia Safitri; G Nur Widya Putra; Putu Indah Sintya Dewi
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 1 No. 1 (2024): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/2tpzba57

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah seseorang melebihi batas normal atau optimal, yaitu 120/80 mmHg. Fungsi afektif keluarga merupakan salah satu faktor penentu dan faktor penguat yang mempengaruhi kepatuhan pasien. Kepatuhan pengobatan didefinisikan sebagai tingkat kepatuhan pasien dalam menaati rekomendasi pengobatan yang diberikan. Lansia merupakan sekelompok orang yang berada pada tahap akhir kehidupan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan fungsi afektif keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien lansia penderita hipertensi di wilayah Desa Pemaron. Metode: Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan srocc-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah probabilitas sampling dengan metode simple random sampling. Instrument pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner fungsi afektif keluarga dan kuesioner kepatuhan minum obat MMAS-8 (Modified Morisky Adherence Scale). Analisa data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil uji statistic Spearman rho dari penelitian ini nilai p-value = 0,000 yaitu < 0,05 dan nilai Correlation Cofficient 0,790 cukup, koefisien korelasi yang bernilai positif menandakan searah (jenis hubungan searah ) dengan demikian dapat diartikan bahwa semakin baik fungsi afektif keluarga maka semakin tinggi tingkat kepatuhan minum obat pada lansia penderita hipertensi. Kesimpulan: Terdapatnya Hubungan Fungsi Afektif Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Desa Pemaron.
PENGARUH HEMODIALISA TERHADAP PENINGKATAN STATUS KUALITAS HIDUP PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK STADIUM AWAL DI RUANG HEMODIALISA RSUD SANJIWANI GIANYAR I Wayan Antariksawan; Made Yos Kresnayana; Gede Ivan Kresnayana; Gede Budi Widiarta; Kadek Yudi Aryawan; G Nur Widya Putra; Putu Cipta Dewi
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 1 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/gevhxr58

Abstract

Gagal ginjal kronik disebut juga chronic kidney disease (CKD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan bersifat irreversibel dimana ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik untuk membersihkan darah sehingga terjadinya penumpukan limbah dan cairan di dalam darah dan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit.  Secara global 7 dari 10 penyebab kematian adalah penyakit tidak menular dengan prevalensi 74% dan angka kematiannya terjadi di negara berpenghasilan menengah ke bawah.  Di Indonesia pada tahun 2018 diketahui terdapat peningkatan PGK yang aktif menjalani hemodialisis dari 77.892 pasien pada tahun 2017 menjadi 132.142 pasien dan memerlukan penanganan hemodialisa untuk mempertahankan kualitas hidupnya. Atas dasar tersebut, dilakukan penelitian pengaruh hemodialisa terhadap peningkatan status kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik. Desain penelitian pra-experimental, dengan kajian studi yang dipilih one group pre-test-posttest design dengan sampel penelitian terdiri dari 30 orang pasien hemodialisa. Teknik sampling yang digunakan adalah Non Probality Sampling dengan teknik sampling purposive sampling dan instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner World Health Organization Quality of Life (WHOQOL-BREF) untuk  mengetahui tingkat kualitas hidup pasien hemodialisa. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon dengan taraf signifikansi 5% didapatkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 jadi 0,000 > α (0,05) maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pemberian Hemodialisa Terhadap Peningkatan Status Kualitas Hidup Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Stadium Awal Di Ruang Hemodialisa RSUD Sanjiwani Gianyar.