Luka Bakar adalah jenis cedera yang bersifat merusak jaringan kulit, kecacatan sementara,pemanen yang disebabkan oleh kontak dengan panas kering (api), panas lembab (uap atau cairan panas), kimiawi (seperti bahan korosif), barang elektrik (aliran listrik atau lampu, atau energi elektromagnetik dan radiasi). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah sediaan krim tipe M/A dengan kandungan zat aktif dari daun mangga madu memiliki efektifitas dalam penyembuhan luka bakar pada tikus. Pada penelitian ini digunakan 24 ekor tikus jantan dan dikelompokan menjadi empat kelompok besar yaitu kelompok kontrol positif, F1 (Basis Krim), kontrol perlakuan sebanyak dua kelompok F2 (10%), F3 (15%). Kelompok kontrol positif diberikan salep enbatik, kelompok negatif diberikan basis krim, kelompok F2 diberikan krim ekstrak etanol daun mangga madu (Mangifera Indica L.) dengan konsentrasi 10%, kelompok F3 diberikan krim ekstrak etanol daun mangga madu (Mangifera Indica L.) dengan konsentrasi 15%. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorium dengan uji one - way ANOVA. Hasil penelitian menunjukan Terdapat perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p< 0,05). Sediaan krim dengan konsentrasi 15% menunjukan hasil paling efektif dalam penyembuhan luka bakar derajat II dengan rata – rata 0,41 ± 0,26 mm. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun mangga madu (Mangifera Indica L.) dapat menyembuhkan luka bakar pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang diinduksi dengan besi panas.
Copyrights © 2025