Pendahuluan: Lanjut usia atau lansia adalah individu yang mencapai usia 60 tahun atau lebih. Terjadinya peningkatan jumlah lansia sebanyak 2,4% dari tahun 2010-2020 menurut BPS. Lansia mengalami berbagai perubahan, seperti penurunan fungsi tubuh, organ dalam, kekuatan fisik, kognitif, atau daya ingat, serta penurunan aktivitas sehari-hari. Perubahan-perubahan ini dapat menyebabkan masalah psikologis, terutama depresi pada lansia. Depresi pada lansia menempati urutan ke empat penyakit dunia pada tahun 2020 dan diperkirakan akan terus meningkat Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui Perbedaan tingkat depresi lansia di Panti Sosial dan di lingkungan keluarga. Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Observasi dilakukan terhadap 42 lansia di panti dan 50 lansia dikomunitas dengan menggunakan Teknik total sampling dan cluster sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunkan Uji t independent. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa lansia di panti sebagian besar berusia antara 76-90 tahun, sebanyak 19 orang (38,0%). Mayoritas lansia di panti adalah perempuan, sebanyak 32 orang (64,0%). Sementara itu, lansia di lingkungan keluarga sebagian besar berusia antara 60-74 tahun, sebanyak 38 orang (68,0%), dengan mayoritas perempuan sebanyak 29 orang (58,0%).Berdasarkan pengisian kuisioner Geriatric Depression Scale (GDS), ditemukan bahwa 23 lansia di panti mengalami depresi sedang (46,0%) dengan rata-rata skor depresi 18,746. Sebaliknya, 37 lansia di lingkungan keluarga tidak mengalami depresi atau normal (74,0%) dengan rata-rata skor depresi 1,240. Kesimpulan: Adanya perbedaan yang signifikan tingkat depresi lansia di panti dan lansia di komunitas
Copyrights © 2025