Medication error merupakan kejadian yang dapat merugikan pasien akibat adanya kesalahan pemakaian obat selama dalam penanganan tenaga kesehatan yang sebenarnya dapat dicegah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan persentase medication error serta menganalisis faktor yang paling berpengaruh pada fase dispensing di Instalasi Farmasi RS PMI Bogor sebagai bahan evaluasi serta meningkatkan pelayanan kefarmasian agar memenuhi standar pelayanan minimal tidak diperbolehkan adanya kesalahan terhadap pemberian obat-obatan. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian analitik observasional. Pengambilan data dilakukan dengan metode cross sectional. Populasi adalah resep pasien, dengan jumlah sampel resep pasien rawat jalan sebanyak 374 dengan 19 responden dan pada resep pasien rawat inap sebanyak 385 dengan 22 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya medication error fase dispensing di Instalasi Farmasi RS PMI Bogor ditemukan pada verifikasi akhir sebelum penyerahan sehingga obat yang diberikan ke pasien telah diperbaiki. Medication error pada fase dispensing resep rawat jalan terjadi pada pada kategori etiketnya salah, tertukar atau tidak lengkap sekitar 2,14%, kesalahan pengambilan jumlah obat 1,60%, kesalahan pengambilan obat (jenis, dan potensi) 0,53%, obat ada yang kurang (omission) 0,53%, salinan resep tidak lengkap atau tidak dibuatkan sebanyak 0,27%. Medication error pada fase dispensing resep rawat inap terjadi pada kategori kesalahan pengambilan jumlah obat 2,34%, etiketnya salah, tertukar atau tidak lengkap sekitar 1,82%, kesalahan pengambilan obat (jenis dan potensi) 0,52%. Analisis data menggunakan analisis regresi logistik. Hasil analisis yang paling berpengaruh terhadap medication error adalah variabel gangguan/interupsi bekerja dengan nilai signifikansi 0.002.
Copyrights © 2026