Persalinan merupakan proses alami bagi seorang Ibu yang terjadi pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) yang cukup bulan (37-42 minggu). Terdapat dua metode persalinan, yaitu persalinan melalui vagina yang dikenal dengan persalinan alami dan persalinan Caesar atau Sectio Caesarea (SC). Persalinan sectio caesarea (SC) merupakan proses pembedahan untuk melahirkan janin melalui irisan pada dinding perut dan rahim. Peneliti ingin mengetahui adanya pengaruh metode enhanced recovery after cesarean surgery (ERACS) terhadap penyembuhan luka dan mobilisasi dini responden post sectio caesarea di RSU Kertha Usada, Singaraja Desain penelitian kuantitatif dengan posttest-only control group design mengambil sampel penelitian diperoleh 17 orang pasien SC dengan ERACS. Teknik sampling yang digunakan adalah Non Probality Sampling dengan teknik sampling purposive sampling dan instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi mobilisasi dan penyembuhan luka. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon dengan taraf signifikansi 5% didapatkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 jadi 0,000 > α (0,05) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian Metode Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) Terhadap Penyembuhan Luka dan Mobilisasi Dini Responden Post Sectio Caesarea Di RSU Kertha Usada, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali.
Copyrights © 2025