I Wayan Antariksawan
STIKes Buleleng

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENDIDIKAN KESEHATAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DALAM UPAYA DETEKSI DINI ULKUS KAKI I Dewa Ayu Rismayanti; Ni Ketut Putri Marthasari; I Made Sundayana; I Wayan Antariksawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.38

Abstract

Pendahuluan: Penyakit tidak menular /Non-communicable diseases (NCD) adalah permasalahan yang secara global mengancam kesehatan setiap individu. Di Indonesia beberapa kelompok PTM menunjukkan kecenderungan meningkat yaitu hipertensi, penyakit jantung, stroke dan diabetes. Pendidikan kesehatan tentang upaya deteksi dini ulkus kaki diabetes mellitus tipe 2 ini sangat penting dilakukan karena dengan mencegah komplikasi ulkus kaki, peningkatan kualitas hidup, dan pembiayaan jaminan kesehatan yang efektif dan efisien. Metode Kegiatan ini adalah melakukan penyuluhan kesehatan dalam upaya peningkatan tingkat pengetahuan dan diharapkan dapat merubah perilaku penderita diabetes mellitus. Untuk hasil Pre Test didapatkan hasil presentase pengetahuan pasien diabetes mellitus kurang 20 orang (36,67%), kategori cukup 30 orang (54,54%), kategori baik 5 orang (9,09%). Post test setelah dilakukan edukasi mengenai bagaimana cara pencegahan diabetes melitus, didapatkan hasil nilai presentase pengetahuan masyarakat, yaitu untuk kategori kurang 5 orang (9,09%), kategori baik 8 orang (14,54%), dan kategori baik 42 orang (76,36%).
PELAKSANAAN SOSIALISASI: SIMULASI TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR BAGI MASYARAKAT AWAM KEPADA JEMAAT DI GEREJA PNIEL SINGARAJA BALI Made Martini; Mochamad Heri; I Wayan Antariksawan; Agus Ari Pratama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 2 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i2.52

Abstract

Pada kasus kegawatdaruratan pasien yang mengalami henti jantung (cardiac arrest ), henti nafas maka aliran darah yang banyak mengandung zat makanan dan oksigen ke dalam organ akan terhenti, sehingga organ vital dengan cepat mengalami kerusakan. Keadaan yang dapat mengancam jiwa yakni henti jantung (cardiac arrest ), henti nafas, tenggelam, kecelakaan. Pendidikan kesehatan adalah sejumlah pengalaman yang berpengaruh secara menguntungkan terhadap sikap, pengetahuan dan kebiasaan yang ada hubunganya dengan kesehatan perorangan, masyarakat dan bangsa. Semua ini dipersiapkan dalam rangka mempermudah diterimanya secara sukarela perilaku yang yang akan meningkatkan atau memelihara suatu kesehatan. Salah satu metode yang bisa digunakan dalam pemberian pendidikan kesehatan yakni dengan simulasi. Metode simulasi merupakan suatu bentuk dari metode pemberian yang diatur sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar yang dilakukan oleh kelompok atau masyarakat. Belajar mempunyai tujuan untuk menjadikan pengetahuan menjadi lebih baik dan dapat merubah sikap menjadi poitif. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa dari 30 jumlah peserta, terdapat peningkatan skor rerata nilai test dari 65,5 (sebelum diberikan edukasi) menjadi 85,5 (setelah diberikan edukasi). Adanya peningkatan skor rerata menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan melalui pendidikan kesehatan mampu meningkatkan pengetahuan.
Efektifitas Terapi Bekam Basah Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol dan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Klinik Komplementer Dawan Usadha I Wayan Antariksawan; I Wayan Suardana; Kadek Yudi Aryawan; Gede Budi Widiarta; Ni Luh Seri Astuti; Ni Putu Ika Novita Gunawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54668

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan berkontribusi besar terhadap morbiditas serta mortalitas akibat komplikasi kardiovaskular. Kondisi ini sering disertai gangguan metabolik seperti peningkatan kadar kolesterol yang memperberat risiko penyakit jantung. Terapi komplementer, salah satunya bekam basah, mulai banyak digunakan sebagai alternatif pendukung pengendalian hipertensi dan dislipidemia. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas terapi bekam basah terhadap penurunan kadar kolesterol dan tekanan darah pada pasien hipertensi di Klinik Komplementer Dawan Usadha The Holistic Nursing & Home Care. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest design. Sampel terdiri dari 53 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran kadar kolesterol serta tekanan darah sistolik dan diastolik dilakukan sebelum dan sesudah intervensi terapi bekam basah. Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan bermakna pada kadar kolesterol (mean penurunan 18,00; p = 0,001), tekanan darah sistolik (mean penurunan 15,49; p = 0,001), dan diastolik (mean penurunan 5,11; p = 0,001). Disimpulkan bahwa terapi bekam basah efektif menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah pada pasien hipertensi, sehingga berpotensi menjadi intervensi komplementer dalam manajemen hipertensi berbasis keperawatan holistik.
PENGARUH HEMODIALISA TERHADAP PENINGKATAN STATUS KUALITAS HIDUP PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK STADIUM AWAL DI RUANG HEMODIALISA RSUD SANJIWANI GIANYAR I Wayan Antariksawan; Made Yos Kresnayana; Gede Ivan Kresnayana; Gede Budi Widiarta; Kadek Yudi Aryawan; G Nur Widya Putra; Putu Cipta Dewi
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 1 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/gevhxr58

Abstract

Gagal ginjal kronik disebut juga chronic kidney disease (CKD) merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan bersifat irreversibel dimana ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik untuk membersihkan darah sehingga terjadinya penumpukan limbah dan cairan di dalam darah dan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit.  Secara global 7 dari 10 penyebab kematian adalah penyakit tidak menular dengan prevalensi 74% dan angka kematiannya terjadi di negara berpenghasilan menengah ke bawah.  Di Indonesia pada tahun 2018 diketahui terdapat peningkatan PGK yang aktif menjalani hemodialisis dari 77.892 pasien pada tahun 2017 menjadi 132.142 pasien dan memerlukan penanganan hemodialisa untuk mempertahankan kualitas hidupnya. Atas dasar tersebut, dilakukan penelitian pengaruh hemodialisa terhadap peningkatan status kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik. Desain penelitian pra-experimental, dengan kajian studi yang dipilih one group pre-test-posttest design dengan sampel penelitian terdiri dari 30 orang pasien hemodialisa. Teknik sampling yang digunakan adalah Non Probality Sampling dengan teknik sampling purposive sampling dan instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner World Health Organization Quality of Life (WHOQOL-BREF) untuk  mengetahui tingkat kualitas hidup pasien hemodialisa. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon dengan taraf signifikansi 5% didapatkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 jadi 0,000 > α (0,05) maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pemberian Hemodialisa Terhadap Peningkatan Status Kualitas Hidup Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Stadium Awal Di Ruang Hemodialisa RSUD Sanjiwani Gianyar.
PENGARUH METODE ENHANCED RECOVERY AFTER CESAREAN SURGERY (ERACS) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA DAN MOBILISASI DINI RESPONDEN POST SECTIO CAESAREA DI RSU KERTHA USADA, SINGARAJA, KABUPATEN BULELENG, BALI I Wayan Antariksawan; Sundayana I Made; Widiarta Gede Budi; Yudi Aryawan Kadek
Jurnal Kesehatan Sundaram Vol. 2 No. 2 (2025): JKS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/dxjydv63

Abstract

Persalinan merupakan proses alami bagi seorang Ibu yang terjadi pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) yang cukup bulan (37-42 minggu). Terdapat dua metode persalinan, yaitu persalinan melalui vagina yang dikenal dengan persalinan alami dan persalinan Caesar atau Sectio Caesarea (SC). Persalinan sectio caesarea (SC) merupakan proses pembedahan untuk melahirkan janin melalui irisan pada dinding perut dan rahim. Peneliti ingin mengetahui adanya pengaruh metode enhanced recovery after cesarean surgery (ERACS) terhadap penyembuhan luka dan mobilisasi dini responden post sectio caesarea di RSU Kertha Usada, Singaraja Desain penelitian kuantitatif dengan posttest-only control group design mengambil sampel penelitian diperoleh 17 orang pasien SC dengan ERACS. Teknik sampling yang digunakan adalah Non Probality Sampling dengan teknik sampling purposive sampling dan instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi mobilisasi dan penyembuhan luka. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon dengan taraf signifikansi 5% didapatkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 jadi 0,000 > α (0,05) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian Metode Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) Terhadap Penyembuhan Luka dan Mobilisasi Dini Responden Post Sectio Caesarea Di RSU Kertha Usada, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN PRILAKU MASYARAKAT TENTANG PENATALAKSANAAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA GIGITAN ANJING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULELENG III: I Made Sundayana; I Dewa Ayu Rismayanti; Ni Ketut Putri Martasari; I Wayan Antariksawan
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 10 No 1 (2025): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v10i1.505

Abstract

Introduction: rabies is very dangerous First aid for dog bites is very important to reduce the risk of bacterial infection and assess the wound to determine its severity because some cases can be treated first after being bitten at home and in other cases it may require immediate medical care. Community knowledge about the dangers of rabies is also very necessary, because knowledge will influence people's behavior in providing first aid for dog bites Method: This study used a correlational quantitative descriptive research method with a cross sectional approach. The research was carried out from June to July 2023 in the working area of the Buleleng III Health Center. A sample of 43 people is taken using a non-probability sampling technique, namely purposive sampling. Result: The results of the Spearman rho statistical test from this study showed a p-value = 0.000 <0.05 with a correlation coefficient of 0.879 Conclusion: That there is a relationship between knowledge of clean and healthy living behavior and the incidence of rabies in the working area of the Buleleng III Health Center
PENERAPAN TRI KAYA PARISUDA TERHADAP UPAYA MENGURANGI IDE BUNUH DIRI DI KALANGAN REMAJA Ni Made Dwi Yunica Astriani; I Wayan Antariksawan; Agus Ari Pratama; Mochamad Heri
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 8 No 2 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v9i2.509

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan mental merupakan aspek krusial dalam kesejahteraan individu yang membutuhkan perhatian dari berbagai perspektif, termasuk sudut pandang spiritual dan religius. Salah satu isu yang berdampak signifikan terhadap kesehatan mental dan kehidupan sosial adalah bunuh diri. Fenomena ini mencerminkan keputusan seseorang untuk mengakhiri hidupnya sendiri, yang kerap kali didasari oleh rasa putus asa yang mendalam.  Konsep Tri Kaya Parisudha menekankan pentingnya menjaga kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan sebagai panduan hidup yang harmonis dengan ajaran agama. Menerapkan nilai-nilai ini dapat menjadi fondasi yang kokoh dalam mencegah tindakan yang merugikan diri sendiri Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Penerapan Tri Kaya Parisuda Terhadap Upaya Mengurangi Ide Bunuh Diri Di Kalangan Remaja. Metode: Jenis penelitian ini adalah One Group Pre Test-Post Test dengan uji Wilcoxonyang dilaksanakan di SMA N 2 Singaraja. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan teknik purposive sampling dan jumlah sampel yaitu 40 orang.  Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan rata-rata nilai pretest yaitu 3,58 dan rata-rata nilai posttest yaitu 2,25. Berdasarkan hasil dari uji Wilcoxon menunjukkan bahwa hasil nilai sig (2-tailed) atau nilai r = 0,000. Simpulan: Nilai ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan pada Penerapan Tri Kaya Parisuda Terhadap Upaya Mengurangi Tindakan Bunuh Diri Di Kalangan Remaja.