Penelitian ini mengkaji pola sebaran destinasi wisata Desa Bali Aga di Kecamatan Banjar, Buleleng, sebagai kawasan yang menyimpan potensi budaya, sejarah, dan alam, namun belum sepenuhnya ditunjang oleh informasi spasial yang tersusun secara terpadu. Ketidakjelasan pola sebaran destinasi dapat menyulitkan pengembangan wisata antardesa, terutama dalam memahami kedekatan lokasi, aksesibilitas, dan peluang integrasi antarobjek wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecenderungan pola sebaran destinasi wisata Desa Bali Aga berbasis Sistem Informasi Geografis sebagai dasar awal pengembangan pariwisata yang lebih terarah dan sesuai dengan karakter lokal. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis spasial. Lokasi penelitian mencakup lima desa tua di Kecamatan Banjar, yaitu Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa, dan Banyusri. Data penelitian diperoleh melalui survei lapangan, pencatatan koordinat destinasi wisata, serta data pendukung berupa batas administrasi, jaringan jalan, dan kondisi topografi wilayah. Analisis data dilakukan menggunakan metode Nearest Neighbor Analysis untuk mengetahui kecenderungan sebaran destinasi wisata, baik mengelompok, acak, maupun menyebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk membaca susunan ruang destinasi wisata secara lebih sistematis, termasuk hubungan jarak dan potensi keterhubungan antarwilayah. Temuan ini memberi gambaran awal mengenai arah pengembangan wisata lintas desa agar tidak hanya bertumpu pada destinasi tertentu, tetapi juga mendukung penyusunan strategi promosi dan penataan rute wisata yang lebih proporsional.
Copyrights © 2026