Keterbukaan diri merupakan salah satu unsur penting dalam membangun komunikasi yang efektif di dalam organisasi. Rendahnya keterbukaan diri dapat menghambat terbentuknya kepercayaan, kedekatan emosional, serta kerja sama antaranggota organisasi. Fenomena tersebut terlihat pada pengurus Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri Cabang Kota Kendari yang cenderung lebih terbuka dalam membahas urusan organisasi dibandingkan persoalan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterbukaan diri pengurus Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri Cabang Kota Kendari serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keterbukaan diri tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori Jendela Johari sebagai landasan analisis. Informan penelitian dipilih secara bertahap berdasarkan kebutuhan data. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperiksa menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan diri pengurus lebih dominan pada aspek yang berkaitan dengan aktivitas organisasi, seperti koordinasi program kerja, pelaksanaan kegiatan, dan komunikasi antarpengurus. Sebaliknya, persoalan yang bersifat pribadi masih cenderung disimpan karena adanya pertimbangan citra diri, rasa sungkan, dan kekhawatiran terhadap penilaian orang lain. Faktor yang memengaruhi keterbukaan diri terdiri atas faktor internal berupa kepercayaan diri, harga diri, dan karakter kepribadian, serta faktor eksternal berupa tingkat kepercayaan, dukungan emosional, dan suasana komunikasi organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterbukaan diri pengurus belum berlangsung secara menyeluruh dan masih dipengaruhi oleh faktor individu maupun lingkungan organisasi.
Copyrights © 2026