Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persoalan ketidaktepatan sasaran bantuan sosial akibat ketidaksesuaian data kemiskinan ekstrem dengan kondisi faktual masyarakat di Kota Bengkulu, khususnya Kecamatan Kampung Melayu. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis akurasi data P3KE/DTSEN dalam mendukung penanggulangan kemiskinan ekstrem serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan Teori Kualitas Data Richard Y. Wang dan Diane M. Strong (1996) yang mencakup dimensi intrinsik, kontekstual, representasional, dan aksesibilitas. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap enam informan yang terdiri dari operator Dinas Sosial, Bappeda, kelurahan, ketua RT, dan warga penerima bantuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akurasi data belum sepenuhnya optimal, ditandai adanya inclusion error, keterlambatan pemutakhiran, bias indikator fisik rumah, dan keterbatasan akses kelurahan dalam memperbaiki data secara final. Faktor utama yang memengaruhi akurasi adalah integrasi sistemik, jeda waktu birokrasi, bias indikator fisik, dan sentralisasi akses. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbaikan sinkronisasi, verifikasi lapangan berkala, pemutakhiran responsif, dan indikator kontekstual diperlukan agar kebijakan penanggulangan kemiskinan lebih tepat sasaran.
Copyrights © 2026