Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh investasi asing langsung (FDI) terhadap ketergantungan ekonomi Indonesia sebagai negara berkembang. FDI diketahui mendorong pertumbuhan melalui penyediaan modal, penciptaan lapangan kerja, dan transfer teknologi, namun sekaligus berisiko menimbulkan ketidakseimbangan struktural—isu relevan dalam fase pemulihan pasca pandemi. Kebaruan penelitian ini terletak pada eksplorasi pola ketergantungan FDI khususnya pada sektor sumber daya alam, menggunakan data terbaru hingga 2025 yang belum banyak dikaji sebelumnya. Pendekatan penelitian bersifat kualitatif melalui studi literatur dan analisis data sekunder dari BKPM dan BPS periode 2020–2025. Hasil analisis empiris mengungkapkan bahwa realisasi FDI mencapai Rp900,9 triliun pada 2025, setara dengan 46,6% dari total investasi nasional, dengan dominasi investasi pada sektor sumber daya alam (BKPM, 2025). Pola ini memperkuat ketergantungan ekonomi pada modal dan teknologi asing, serta menimbulkan kerentanan terhadap fluktuasi harga komoditas, hambatan untuk pengembangan rantai nilai domestik, dan keterbatasan transfer teknologi yang berkelanjutan. Berdasarkan temuan, penelitian merekomendasikan kebijakan strategis untuk mengoptimalkan manfaat FDI sambil mengurangi risiko ketergantungan: mempercepat diversifikasi sektor ekonomi, memperkuat kapasitas domestik melalui kebijakan isi lokal dan insentif transfer teknologi, serta memperkuat kedaulatan ekonomi melalui pengembangan industri berorientasi nilai tambah.
Copyrights © 2026