Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen sumber daya manusia pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Satu Atap 4 Tual, sekolah yang berlokasi di Pulau Ut, wilayah kepulauan terpencil Kota Tual, Provinsi Maluku. Tiga tantangan utama yang dihadapi sekolah ini meliputi hambatan geografis berupa perjalanan laut guru dari daratan ke pulau, kondisi sosial ekonomi masyarakat yang berada di bawah standar, serta minimnya infrastruktur pendidikan yang tersedia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam terhadap kepala sekolah dan guru yang bertugas di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, perjalanan laut antara daratan dan Pulau Ut berdampak pada ketidaktepatan kehadiran guru yang mengganggu efektivitas kegiatan belajar mengajar; kedua, penurunan jumlah siswa secara konsisten dipicu oleh konflik sosial di masyarakat dan rendahnya kondisi ekonomi keluarga sehingga menyebabkan meningkatnya angka putus sekolah; ketiga, ketiadaan perpustakaan, jaringan internet yang tidak memadai, dan pasokan listrik yang tidak stabil menghambat pelaksanaan program literasi dan numerasi; serta keempat, partisipasi orang tua yang tinggi dan dukungan bantuan operasional sekolah daerah dari pemerintah menjadi kekuatan sosial penting bagi keberlangsungan sekolah. Penelitian menyimpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia di sekolah kepulauan memerlukan kebijakan afirmatif yang kontekstual, penguatan infrastruktur dasar yang mendesak, serta program pengembangan kompetensi guru yang berkelanjutan dan disesuaikan dengan kondisi lokal.
Copyrights © 2026