Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan multimedia interaktif berbantuan augmented reality (AR) pada materi siklus air untuk siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian terdiri atas satu guru kelas V dan 28 siswa SDN Burengan 2 Kota Kediri. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara semi-terstruktur, dan angket kebutuhan siswa menggunakan skala Guttman. Data dianalisis secara deskriptif melalui penyajian naratif dan perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS masih didominasi metode konvensional dengan penggunaan media terbatas pada buku ajar dan PowerPoint sehingga belum mampu memfasilitasi pemahaman konsep siklus air yang bersifat abstrak. Guru menunjukkan kebutuhan yang tinggi terhadap pengembangan media berbasis teknologi dan didukung oleh ketersediaan sarana pembelajaran seperti LCD dan laptop, meskipun pemanfaatannya belum optimal. Hasil angket menunjukkan bahwa 53,57% siswa menganggap materi siklus air sulit dipahami, sedangkan 89,28% siswa setuju terhadap penggunaan multimedia interaktif berbantuan AR dan 92,85% siswa mendukung penyajian materi melalui visualisasi tiga dimensi. Temuan tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan pembelajaran dan media yang digunakan saat ini. Oleh karena itu, pengembangan multimedia interaktif berbantuan AR diperlukan sebagai alternatif media pembelajaran yang dapat memvisualisasikan konsep abstrak secara lebih konkret, meningkatkan minat belajar, serta mendorong keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Copyrights © 2026